ASAL USUL WONOAYU
Alkisah, pada masa runtuhnya era Kerajaan Majapahit dan dimulainya
pengaruh kerajaan Islam di tanah Jawa, wilayah yang kini dikenal sebagai
Sidoarjo sebagian besarnya masih berupa hutan belantara yang sangat lebat
dan belum terjamah manusia. Hutan-hutan ini dikenal angker, penuh dengan
hewan buas, serta dialiri sungai-sungai besar dari pecahan aliran Sungai
Brantas.
Di tengah hamparan bumi Jenggala tersebut, ada satu kawasan hutan yang
sangat menarik perhatian para pengembara dan sesepuh pembuka lahan
(babat alas). Berbeda dengan hutan lain yang terkesan gelap dan mengerikan,
hutan yang satu ini justru memancarkan aura yang meneduhkan.ASAL USUL WONOAYU
Melihat potensi tanahnya yang sangat subur, mengalir mata air yang jernih, dan
hawanya yang sangat nyaman, para sesepuh dan pengembara sepakat untuk
mulai menebang sebagian pohon untuk dijadikan area permukiman dan lahan
pertanian.
Saat proses babat alas selesai dan sebuah desa baru mulai terbentuk, para
sesepuh berkumpul untuk memberikan nama permukiman tersebut. Salah
seorang tetua desa berkata:
"Panggonan iki asale saka alas sing cilik, nanging edap-edapi lan nggawa
katentreman. Mula, pantes yen dijenengi Wonoayu."
(Tempat ini asalnya dari hutan yang kecil/lebat, namun sangat indah dan
membawa ketenteraman. Oleh karena itu, pantas jika dinamakan Wonoayu.)
Kata Wono sengaja disematkan untuk mengingat perjuangan mereka
membuka hutan lebat, sedangkan Ayudisematkan karena keindahan alami
serta kedamaian yang diberikan oleh lingkungan tersebut kepada para
penghuninya.