Pada zaman dahulu, ketika Indonesia masih berjuang mempertahankan kemerdekaannya, daerah Wonoayu, Sidoarjo, menjadi salah satu wilayah yang ikut merasakan suasana perjuangan. Para pemuda dan masyarakat setempat berusaha menjaga kampung halaman mereka dari ancaman penjajah.
Pada suatu hari, terjadi pertempuran antara para pejuang dengan pasukan Belanda di sekitar Wonoayu. Para pejuang berjuang dengan keberanian yang mereka miliki. Meskipun persenjataan mereka terbatas, mereka tetap berusaha mempertahankan wilayahnya.
Dalam pertempuran tersebut, banyak peluru dan senjata digunakan. Peristiwa itu kemudian menjadi bagian dari sejarah perjuangan masyarakat Wonoayu. Setelah keadaan kembali aman, masyarakat mengenang perjuangan para pejuang yang telah mempertaruhkan tenaga dan keberanian mereka demi mempertahankan kemerdekaan.
Untuk mengenang peristiwa perjuangan tersebut, kemudian dibangun sebuah monumen berbentuk peluru yang dikenal sebagai "Tugu Peluru Wonoayu". Bentuk peluru pada tugu tersebut menjadi simbol perjuangan dan pertempuran yang pernah terjadi di wilayah Wonoayu.