Penulis: cerelia evelin fadilah

PULANG KE RUMAH YANG SAMA .


Sore panas di rumah tua pinggir sawah Banyuwangi, 2019, Nara kembali setelah bertahun-tahun merantau. Ia tokoh utama yang mandiri namun dingin. Tokoh sampingan adalah Ayahnya, Pak Jaya, yang keras dan otoriter, penyebab Nara pergi dulu. Rumah itu sunyi, hanya suara jangkrik dan jam dinding yang rusak.

 

Konflik muncul ketika Pak Jaya menolak berbicara dan menuduh Nara pulang hanya karena gagal di kota. Puncak konflik terjadi saat mereka bertengkar hebat di dapur, membuka luka lama tentang mimpi Nara yang dulu dihancurkan oleh larangan ayahnya. Emosi memuncak, dan Nara hampir pergi lagi.

Namun malam itu, listrik padam, dan mereka terpaksa duduk berdua di teras. Pak Jaya akhirnya mengakui ketakutannya kehilangan anak satu-satunya. Penyelesaian konflik hadir lewat kejujuran yang sederhana. Nara memilih tinggal, bukan karena terpaksa, tetapi karena keluarga tak selalu sempurna, namun tetap layak diperjuangkan.

Keluarga bukan tentang siapa yang paling benar, tetapi siapa yang mau bertahan dan saling memahami.