Penulis: cerelia evelin fadilah

SATU HARI SEBELUM MENYERAH .


Malam gelap di kamar sempit kos Surabaya, 2022, Lina duduk menatap tumpukan surat penolakan kerja. Ia tokoh utama yang tekun namun rapuh. Tokoh sampingan adalah Rena, teman kos yang sinis dan pesimis, selalu mengatakan bahwa usaha Lina sia-sia. Jam dinding berdetak keras, menandai hari-hari yang terasa tak bergerak.

Konflik memuncak ketika tabungan Lina habis dan pemilik kos memberi peringatan terakhir. Rena menyarankan Lina menyerah dan pulang dengan rasa malu. Puncak konflik terjadi saat Lina hampir merobek semua berkas lamarannya, yakin bahwa dirinya memang tidak cukup baik untuk dunia yang keras itu.

 

Namun pagi berikutnya, sebuah panggilan tak dikenal masuk. Lina diterima sebagai asisten perpustakaan—pekerjaan sederhana, tetapi awal yang nyata. Rena terdiam, dan Lina tersenyum lelah. Penyelesaian konflik terjadi bukan karena hidup langsung mudah, melainkan karena Lina bertahan satu hari lebih lama dari rasa putus asanya.

Putus asa sering berbohong, dan harapan kadang datang tepat setelah kita hampir menyerah.