Dalam beberapa minggu, Arga melakukan banyak percobaan. Ia belajar bahwa setiap kali ia teleportasi, selalu ada kilau biru tipis yang muncul dan memudar seperti asap bercahaya. Ia menyebutnya Jejak Cahaya.
Namun ada batasnya:
— Jika jaraknya terlalu jauh, kepalanya pusing.
— Jika tempatnya tidak jelas, teleportasinya meleset.
— Dan semakin sering ia teleportasi, semakin berat napasnya.
Ia mulai mencatat semuanya dalam buku harian agar ia dapat memahaminya lebih baik.