Penulis: 9HEROIC

DARI SEORANG YANG TIDAK SEMPAT MENGUCAPKAN SELAMAT TINGGAL


DARI SEORANG YANG TIDAK SEMPAT MENGUCAPKAN SELAMAT TINGGAL 

 

Sejak kecil, aku tumbuh dengan kenyataan yang tidak pernah benar-benar aku ikhlas kan dan ku pahami: aku seharusnya tidak sendiri, dan aku seharusnya bukan anak pertama perempuan di keluarga ku. Kata ibu sebelum aku lahir , ada. seorang kakak laki-laki yang sudah lebih dahulu Hadir di dalam perut nya, tetapi tidak sempat menyapa dunia. Dia pergi terlalu cepat , begitu sangat cepat hingga bahkan ibuku juga tidak sempat mengingat bentuk Wajak nya , Yang tersisa hanya rasa kehilangan yang tidak pernah benar-benar punya wujud 

 

setiap ulang tahun ku. Ibu selalu teringat dengan kakak laki-laki. ibu ku bilang , aku lahir dari ruang kosong yang di tinggalkan kakakku dalam diri ku . Dan walaupun aku tidak pernah melihatnya, tidak mengetahui seperti apa matanya ataupun senyuman nya bahkan mukanya pun tidak ku ketahui,a da sesuatu yang aneh, Aku selalu merasa seperti Tubuh sedang berdampingan dengan seseorang yang tidak terlihat 

 

Kadang aku pernah bertanya-tanya di kepala ku , Jika saja dia sempat hidup apa dia akan memanggil ku "adik"?, apa kakak ku akan menjagaku saat aku di tinggal sendirian ? ataupun bermain bersama ku di halaman rumah? , tapi pertanyaan - pertanyaan itu hanya berputar terus menerus di kepalaku seperti angin yang lewat: aku tidak pernah menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sering keluar di kepalaku, hanya menyisakan perasaan sunyi yang dalam... perasaan kehilangan terhadap seseorang yang bahkan belum sempat ku kenal dan tidak sempat melihat mukanya di dunia nyata

 

Seiring bertambahnya usia ku, cerita tentang nya bukan lagi sekedar cerita yang di ceritakan keluarga ku. Cerita itu mulai menjadi bagian dari siapa diriku, seperti ada ruang kecil yang selalu kubawa kemana pun. Ada saat - saat tertentu– terkadang tanpa alasan yang jelas aku merasakan sesuatu yang menenangkan, seperti ada tangan yang menggenggam ku dan tidak terlihat sedang menuntunku agar tidak tersesat. Orang lain mungkin bilang jika itu cuma perasaan saja, tapi bagiku... itu terasa seperti cara kakakku menjagaku Dengan cara yang dia punya 

 

Aku tidak sengaja mengingat satu satu pertanyaan saat aku masih kecil, aku pernah bertanya pada ibu "kalau kakak lahir duluan, dia akan menyayangiku kan Bu?" 

Ibu tidak menjawab cepat, Ia hanya menarik nafas panjang , lalu ibuku tersenyum tipis– senyuman nya menyimpan banyak hal yang tidak sempat ia ucapkan 

"kakak ku pasti sayang kamu" kata ibu pelan " Dia cuma hanya tidak sempat ada di dunia dan tidak menunjukkan caranya"

 

Jawaban itu menempel di hatiku lebih lama dari pada yang seharusnya. Bukan karena aku sedih ataupun tidak ikhlas, tapi karena aku merasa mengerti:*ada rasa sayang yang tidak sempat di berikan, tapi bukan berarti tidak ada. Ada cinta yang berhenti di tengah jalan , tetapi meninggalkan jejaknya*

 

Sejak saat itu, aku berhenti membayangkan seperti apa wajah kakakku , dan dimana aku juga berusaha berhenti bertanya tanya apakah matanya mirip dengan ku, atau apakah suaranya akan terdengar mirip dengan suara Ayah. Bukan karena aku tidak peduli tapi karena aku sadar... beberapa hal memang di takdirkan untuk tidak dilihat tapi hanya untuk di rasakan 

 

Dan tidak tidak tahu bagaimana , merasakan kehadiran nya jauh lebih nyata daripada membayangkan rupanya yang tidak pernah terlihat 

 

Aku tumbuh seperti memiliki seseorang yang berjalan setengah langkah di belakang ku. Tidak terlihat, tidak bersuara, tapi ada. Dan setiap kali aku menghadapi sesuatu yang membuatku takut dan ragu, ada perasaan lembut yang muncul di dadaku , seolah dia sedang berkata "lanjutkan aku ada di sini selalu" 

 

Dan mungkin.. itu cukup. Untuk seseorang yang tidak sempat melihat dunia, dia meninggalkan dunia yang sangat besar di dalam diri seorang adek perempuan