"Arrgh, mampus aku, masa aku mengumpat ke calon raja!"
"Ah nggak nggak! nggak papa nggak sih? aku kan disini putri duke paling berpengaruh di kerajaan, seharusnya sih aku nggak bakalan dihukum cuma karena ngatain putra mahkota ya? iya kan ya?"
"Lagi pula kan dia emang beneran brengsek, udah punya tunangan malah berani beraninya selingkuh sama perempuan lain"
"Hah.. padahal aku udah janji sama tuhan dunia ini bakalan jadi orang baik. Tapi kayanya kalau ke mereka aku emang gabisa jadi baik deh. Tuhan, boleh kan kalau mereka jadi pengecualian perbuatan baik ku? hehe.."
Matahari hampir tenggelam setengahnya. Sinar jingga senja membias, terpantul diatas permukaan kolam. Serena bermonolog dengan suara yang agak keras tentang apa yang barusan Ia lakukan di ruangan putra mahkota.
Ia tidak tahu, ada yang menatapnya dengan tatapan tidak suka tak jauh dari tempatnya berdiri. Sagan, pria itu mendengar semua yang Serena katakan pada dirinya sendiri.
"Hanya karena anda seorang putri duke yang berpengaruh di kerajaan, anda tak bisa menganggap remeh keluarga kerajaan dan bertindak semena-mena ketika masih berada di wilayah istana, Lady Serena."
Serena mendongak. Pria yang tiba tiba muncul dihadapannya itu lebih tinggi darinya jadi Ia harus mendongak untuk menatapnya.
Jantungnya berdebar cepat, karena pria yang muncul tiba-tiba itu rupanya Sagan, Sang Pangeran. Serena, ah bukan.. Ivy, Ivy tidak percaya Ia akan bertemu karakter novel favorite nya secepat ini. Ia memang berniat mencari dan bertemu dengannya nanti, namun bertemu secara kebetulan di taman istana seperti ini bukankah suatu keberuntungan? Ia merasa sangat beruntung.
"Tampannya..." Wanita itu tampak tak bisa mengalihkan pandangan darinya. Jangankan mengalihkan pandangan, mengerjap saja tidak. Seakan Ia tak mau melewatkan pemandangan indah di depannya itu barang sedetik pun. Matanya menerawang dari ujung kepala ke ujung kaki lalu berhenti di wajah tampan itu untuk waktu yang sangat lama. Senyum merekah di wajahnya.
Yang ditatap seperti itu tentu saja merasa risih. Ia membalasnya dengan tatapan tak suka dan terkesan merendahkan.
"Tatapan anda tidak sopan. Ujar Sagan lalu Ia beranjak pergi meninggalkan gadis yang masih terpesona itu.
Baru setelah pria itu pergi, Ivy tersadar kalau sekarang ini Ia adalah Serena. Sampai beberapa saat tadi Ia tenggelam ke dalam dunia fangirling-nya ketika Ia masih menjadi Ivy. Jiwa fangirl nya meronta ronta ketika bertemu karakter novel favorite nya itu.
"Dasar Ivy bodoh! bisa bisanya lupa diri karena ketemu Sagan. Sekarang kesan Sagan ke Serena pasti tambah negatif gara gara aku tadi. Arrghhhhh bodohnyaaaa"
"Tunggu! tunggu pangeran!”
Dengan susah payah Serena berhasil menyamakan langkahnya dengan Sagan. Nafasnya tak beraturan karena sangat sulit mengejar si pemilik kaki jenjang itu.
"Ah.. umm.. anu.. Te-terimakasih karena sudah menyelamatkan saya di kolam waktu itu, kalau tidak ada anda saya pasti sudah mati tenggelam"
Sagan menaikan satu alisnya heran. Baru kali ini Serena mengajaknya bicara, berterimakasih pula. Biasanya Serena ke istana hanya untuk mengekor dan menempel pada Theron setiap waktu. Seakan dunianya melulu hanya tentang Theron, Ia menganggap yang lain tidak ada. Tapi Sagan juga tidak terlalu suka terhadap sikap barunya. Ia merasa risih dan tidak nyaman melihat perempuan licik itu mendadak sok ramah.
Tanpa menjawab sepatah kata pun Sagan meninggalkannya. Serena mengekorinya. Bahkan sampai mereka masuk ke dalam istana pun, Serena masih mengekorinya.
"Pangeran, apakah pangeran marah ke saya?"
'wahh gila! bahkan ekpresi ngambeknya pangeran sagan terlihat tampan. Ia tetap tampan walaupun sedang risih denganku. lihat itu! dia terlihat 10 kali lebih tampan ketika menyatukan alisnya'
"Baiklah baiklah pangeran, saya rasa anda risih karena tiba-tiba saya ajak bicara. Saya pamit dulu, maaf telah menggangu. Intinya terimakasih telah menyelamatkan saya kemarin."
Serena beranjak meninggalkan Sagan. Namun belum jauh Ia melangkah tiba-tiba Ia berbalik lagi. "Ngomong-ngomong Pangeran aslinya tampan sekali hehe" barulah setelah mengucapkan itu Serena benar-benar pergi.
Sagan menatap punggung gadis itu yang lama lama sudah tidak tampak lagi saking jauhnya dari pandangan mata. Ia baru menyadari sesuatu, Serena tidak memakai gaun terbuka hari ini.
Malah tubuhnya tertutup rapat pakaian musim dingin. Gadis itu kan suka membanggakan lekuk tubuhnya dengan memakai pakaian yang seperti kurang bahan. Apa yang sebenarnya terjadi pada gadis itu hari ini.
⊹₊˚‧︵‿₊୨ᰔ୧₊‿︵‧˚₊⊹
Suara rintik hujan menjadi musik tenang yang menemani lamunan Serena sore hari itu. Ia tenggelam dalam pikirannya mengingat ingat kembali alur novel 'The Win of Love', dunia tempat Ia tinggal saat ini.
Satu fakta penting yang menjadi kunci alur novel ini adalah Sejarah Kerajaan Isidora. Pendiri kerajan Isidora, Larius merupakan putra dari dewa matahari yang jatuh cinta terhadap manusia biasa. Karena setengah dewa setengah manusia, Ia tak diterima di langit, namun diagung-agungkan di bumi.
Putra dari dewa matahari itu mempunyai kekuatan fisik dan bakat pedang yang luar biasa, serta kecerdasan yang melampaui manusia pada umumnya. Maka dijadikanlah putra dewa matahari itu sang Raja. Meskipun begitu ada satu kelemahan dari putra sang dewa matahari dibalik sosoknya yang sangat hebat itu. Terkadang Ia harus menerima sakit yang luar biasa disaat-saat tertentu akibat tubuhnya yang setengah manusia kurang mampu menahan kekuatan dewa.
Hanya ada satu obat dari rasa sakit itu, yaitu sihir penyembuhan dari dewi bulan. Dewi bulan yang merasa iba kepada sang putra dewa matahari di bumi memotong sayapnya dan memberikan kekuatan sayap itu kepada bayi perempuan pilihannya di bumi.
Bayi perempuan itu kemudian disebut Lunarist.
Lunarist diberkati kekuatan penyembuhan dari sayap dewi bulan yang mampu mengobati semua penyakit termasuk rasa sakit yang dihadapi putra dewa matahari, Larius. Maka kemudian diangkatlah Ia sebagai permaisuri.
Kemampuan luar biasa dan sakit yang diderita putra sang dewa matahari menurun ke anak anaknya. Namun tidak dengan kekuatan lunarist.
Lunarist lahir secara acak dengan dipilih oleh dewi bulan sendiri, bukan lahir sebagai anak dari Lunarist sebelumnya. Kekuatan Lunarist juga akan Hilang setelah melahirkan anak pertamanya, begitu pula dengan penyakit yang diderita keturunan Larius.
Penyakit keturunan tersebut seakan berpindah ke anaknya.
Meskipun sejarah itu sudah berabad abad lamanya, Para pangeran kerajaan Isidora saat ini juga tak luput dari penyakit keturunan tersebut. Mereka butuh lunarist yang bisa menyembuhkan mereka dari rasa sakit. Saat ini, hanya dua lunarist yang diketahui keberadaannya di kerajaan. Putri Duke Raylen, Serena Raylen, dan Putri Baron Waverly, Erish Waverly. Lalu, sudah menjadi kebiasaan yang dimaklumi semua orang kalau keturunan dewa matahari selalu jatuh cinta pada Lunarist. Karena lunarist mampu menyelamatkan mereka dari rasa sakit yang luar biasa.
Sang raja Isidora mempunyai 9 orang putra dari 3 orang istri dan satu orang pelayan. Namun nahas, saat ini tinggal 3 orang saja yang tersisa karena 6 dari mereka telah wafat akibat perang dasyat memperebutkan wilayah 3 tahun yang lalu. Pangeran ke-3, Sagan Loyd Isidora, Pangeran ke-5 Theron Ashley Isidora, dan Pangeran ke-8 Liam Finn Isidora adalah ketiga pangeran yang selamat dari perang.
Theron, pangeran ke-5 ditunjuk sebagai putra mahkota setelah kakaknya yang lebih tua, Sagan dianggap tidak pantas menduduki tahta.
Bukan, bukan karena Sagan tak mempunyai kemampuan untuk memimpin kerajaan Isidora. Semua orang tentu tahu betapa hebatnya dia. Kerajaan isidora yang awalnya mustahil menang saja bisa membawa pulang kemenangan berkat dia pada perang 3 tahun lalu. Semua orang pun tau kecerdasannya. Sagan lulus dengan peringkat nomor 1 di akademi kerajaan dengan selisih nilai yang begitu jauh dengan sang peringkat kedua. Lalu sampai saat ini, belum ada yang mampu mengungguli nilai akhir nya itu.
Yang membuatnya dianggap tak pantas adalah latar belakang nya. Berbeda dengan 2 pangeran lain yang lahir dari rahim permaisuri, Ia adalah anak dari seorang pelayan rendahan. Para bangsawan petinggi kerajaan menantang keras Sagan naik tahta, sehingga Theron yang seorang putra dari permaisuri lah yang dianggap lebih pantas.
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, demi kebaikannya, Para pangeran harus dipasangkan dengan Lunarist. Karena kebetulan Lunarist yang diketahui saat ini hanya ada dua, putri dari seorang duke dan putri dari seorang baron, tentu putra mahkota akan lebih pantas dipasangkan dengan putri dari seorang duke.
Atas dasar itu Theron ditunangkan dengan Serena. Namun siapa sangka, Theron malah jatuh cinta dengan Erish, Lunarist yang seorang putri baron. Begitulah Alur novel The Win of Love yang diketahui Serena.