"Eh ambilin sniper ku dong" ucap Nayla sambil mengunyah permen karet nya
"Dih, ngatur-ngatur" jawab Putra sambil mengambilkan sniper Nayla, sekalian mengisi ulang peluru nya
"Wlee" ucap Nayla sambil menjulurkan lidah nya
"Apaan sih bang-" ucapan Putra tiba-tiba dipotong oleh sang bos, Eiser
"Yang lain mana? Mereka belum kembali ya? Tolong cari mereka, aku ada informasi untuk di beritahu" ucap sang bos sambil menatap tajam Nayla dan Putra
"Siap pak!" ucap Nayla dan Putra secara bersamaan
Nayla dan Putra segera pergi dari markas untuk mencari teman-teman mereka yaitu Riki, Enzo, Clara, dan Putri.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada seseorang yang mencoba menghentikan mereka, diduga itu adalah salah satu anak buah musuh mereka.
"Berhenti kalian! Kalian ga perlu cari teman kalian itu!" ucap orang itu sambil mengacungkan pistol nya
"Apasih, sok asik" ucap Nayla sebelum mengarahkan sniper nya kearah orang itu tapi tiba-tiba ada suara tembakan di balik orang itu dan orang itu langsung tewas.
"S-Siapa itu?!" teriak Nayla sebelum Riki dan Enzo muncul dari balik bayangan
"Kalian aman kok" ucap Enzo dengan tenang sambil berjalan menghampiri Nayla dan Putra
"Ayo lanjutin perjalanan kita!" ucap Riki dengan penuh semangat
Perjalanan mereka pun berlanjut. Mereka menjelajahi hutan, mengarungi sungai, sampai melawan badai
Akhirnya mereka menemukan Clara dan Putri meskipun mereka harus melawan anak buah musuh mereka. Satu per satu mereka tumbang dan tim andalan bos Eiser, tim Ultras, memenangkan perlawanan nya. Mereka kembali ke markas dan mendengarkan informasi penting dari bos mereka soal misi mereka selanjutnya