Di kelas 9J, ada satu meja yang aneh banget.
Namanya meja posesif—karena dia cuma mau dipakai oleh SATU orang: Rafi.
Setiap orang lain duduk di meja itu, meja langsung protes.
Suatu pagi, Rafi telat masuk.
Sementara itu, Sasa buru-buru duduk di meja Rafi.
Tiba-tiba meja itu bergetar pelan…
Lalu muncul suara lirih:
“Bukan… kamu…”
Sasa langsung lompat kayak kena listrik.
Satu kelas ketawa parah.
Lalu Damar penasaran.
Dia coba duduk di situ.
Mejanya goyang, terus ngangkat sedikit kaki depannya…
dan nyundul perut Damar.
Meja: “KAMU BUKAN RAFI! COBA-CABAAN YA?!”
Kelas: “WOOOOOO HAHAHAHA!!”
Damar: “LAH MEJA NIH CEMBURUAN???”
Tidak lama kemudian Rafi akhirnya masuk kelas.
Meja itu langsung diem, kembali normal, bahkan kayak “menunduk” halus.
Rafi heran:
“Kok meja aku kayak lebih sopan dari biasanya?”
Teman-temannya udah ngakak karena tahu alasannya.
Tapi hal paling gila terjadi pas istirahat.
Rafi berdiri mau beli pentol, dan meja itu ngikutin dia geser pelan ke arah pintu.
Kelvin teriak, “MEJANYA NGIKUT RAFI! DIA MAU IKUT JALAN-JALAN!”
Pak Arman lewat dan lihat meja berjalan sendiri.
Dia cuma menghela napas panjang:
“9J… kelas kalian ini perlu disucikan.”
Akhirnya, meja itu dipindah ke pojokan biar nggak nguntit siapa-siapa lagi.
Tapi kadang-kadang, kalau Rafi lewat dekat pojokan…
Mejanya bunyi pelan:
“Rafi… balik sini…”