Pagi itu kelas 9J sudah siap belajar. Guru Matematika, Bu Rara, masuk sambil membawa buku tebal. Semua murid diam… sampai terdengar suara kecil:
“Meooong~”
Semua langsung menoleh.
Ternyata seekor kucing oranye gendut tiba-tiba muncul dari bawah meja. Entah bagaimana dia masuk kelas.
Kucing itu langsung lompat ke meja Fajar, menjilat-jilat pensilnya.
“Bu… kucingnya mau ikut ujian,” kata Fajar polos.
Kelas langsung meledak ketawa.
Bu Rara mencoba mengusir kucing itu.
“Shoo shoo! Ayo keluar!”
Tapi kucingnya malah duduk manis di kursi guru seperti boss.
Lalu kucing itu menjatuhkan spidol dari meja guru.
Jatuh.
Satu kelas: “WOOOO!”
—kayak lagi nonton pertandingan sepak bola.
Ketika Bu Rara mendekat, kucingnya lari keliling kelas sambil mengejar penggaris panjang.
Murid-murid ikut heboh, kursi geser, tas jatuh, kelas berubah kayak pasar malam.
Akhirnya, Bu Rara menyerah.
Dia lipat tangan dan berkata, “Baik. Siapa pemilik kucing ini?”
Semua murid diam.
Tiba-tiba kucing itu naik ke meja lagi dan ngangguk pelan.
Seolah bilang: “Saya, Bu.”
Kelas pecah ketawa lagi.
Akhirnya, kucing itu diangkat keluar oleh satpam. Tapi sebelum pergi, dia sempat balik lagi sebentar, menjatuhkan satu spidol lagi… cuma untuk gaya.
Dan sampai sekarang, murid 9J suka bercanda:
“Hati-hati, kalau salah ngerjain tugas… nanti yang periksa kucing itu.”