Alettha adalah gadis cantik, baik hati, dan ceria. Ia memiliki pacar bernama Ethan, pemuda penyayang dan cukup terkenal di kalangan perempuan di sekolahnya. Meski mereka tidak satu sekolah, hubungan keduanya begitu hangat. Namun pagi di tanggal 4 Februari 2025, segalanya berubah. Alettha menerima pesan dari sahabatnya, Lyora, yang membuat tangan Alettha bergetar.
“Tha... Ethan udah ngga ada, lo udah tau belum?” tulis Lyora.
“Haa… jangan bicara ngelantur” balas Alettha cepat.
“Gue ga bohong, katanya kemarin dia kecelakaan waktu main” jawab Lyora lagi.
“Ga ra... ga mungkin, kemarin kita masih chat an” balas Alettha dengan dada sesak dan air mata mulai menggenang.
“Sabar tha, gue tau ini berat buat lo” balas Lyora menguatkan Alettha.
Sore harinya, sepulang sekolah Alettha datang ke rumah Ethan. Di sana sudah banyak keluarga dan teman-teman sekolah Ethan yang berduka. Saat Alettha datang ada salah satu sahabat Ethan yang menemui tante Yolanda, bunda Ethan, untuk memberitahukan bahwa ada Alettha di depan, tante Yolanda kemudian menghampiri Alettha dengan mata yang masih sembab.
“Alettha... kamu di sini, nak? Sama siapa?” tanya tante Yolanda lembut.
“Alettha sendiri, bunda... papa sama mama masih kerja. Alettha mau ketemu sama Ethan bunda….” ucap Alettha lirih, lalu meneteskan air mata.
Tante Yolanda langsung memeluk Alettha dengan erat.
“Maafin bunda ya, nak. Bunda nggak bisa jagain Ethan dengan baik.” ucap tante Yolanda.
Alettha menggeleng, kemudian berbicara dengan suaranya yang bergetar.
“Ini bukan salah bunda, ini salah Alettha. Andai saja kemarin Alettha nggak tidur lebih awal, Ethan nggak akan pergi main.” jawab Alettha dengan terisak-isak.
Tante Yolanda menatapnya penuh kasih.
“Sudah nak. Ini sudah takdir Allah. Mungkin Allah begitu sayang sama Ethan sampai ia memanggilnya lebih dulu.” ucap tante Yolanda
“Bunda... Alettha boleh ke makamnya Ethan?” tanya Alettha pelan.
“Iya nak... mari bunda antar,” jawab tante Yolanda.
Sesampai di tempat pemakaman tante Yolanda langsung membawa Alettha ke makam Ethan. Di depan makam Ethan, Alettha menangis sejadi-jadinya sambil memeluk batu nisan Ethan.
“Ethan... kenapa kamu pergi secepat ini, kenapa kamu tega ninggalin aku” isaknya, dengan memeluk batu nisan kekasihnya.
Tante Yolanda hanya menatap Alettha dan mengusap punggungnya dengan lembut. Setelah lama menangis, Tante Yolanda yang melihat Alettha terus menangis tidak tega kemudian berkata.
“Alettha, ikhlasin Ethan ya, nak.” ucap tante Yolanda
Alettha hanya terdiam dengan tatapan kosong. Dan masih sambil memeluk gundukan tanah kekasihnya.
“Ethan juga pasti nggak mau lihat kamu sedih terus-menerus, dia pasti pengen kamu bahagia, meskipun Ethan sudah pergi tapi dia pasti akan tetap ada di sisi kamu dan menjaga kamu” ucap tante Yolanda lagi.
Alettha kemudian duduk lalu menatap bunda Ethan dan berkata lirih
“Alettha nggak mau bikin Ethan sedih, bunda. Mulai sekarang Alettha akan berusaha untuk mengikhlaskan Ethan.” ucap Alettha dengan suaranya yang lirih.
Tante Yolanda tersenyum haru, dalam hati tante Yolanda, ia berkata “Tante bersyukur Ethan pernah punya kekasih yang sesayang ini sama dia” ucap tante Yolanda dalam hati.
Tante Yolanda langsung memeluk Alettha dengan mengusap usap rambut Alettha sambil berbisik
“Anak baik...” ucapnya
Dan pada akhirnya, titik terberat dari mencintai bukanlah saat berpisah, melainkan saat hati dipaksa menerima bahwa yang kita sayangi kini hanya bisa dikenang, bukan lagi digenggam. Mengikhlaskan adalah bentuk cinta paling tulus.
TOKOH TOKOH DALAM CERITA
Alettha Zeanna Rosalyn (Alettha) - Gadis cantik, baik hati, dan ceria
Ethan Dirgantara (Ethan) - Pemuda baik hati, cool, dan cukup terkenal di kalangan cewek di sekolahnya
Lyora Graziella Vanya (Lyora) - Sahabat Alettha, baik, cantik, dan sedikit jahil
Yolanda Caroline (Yolanda) - Bunda Ethan, baik, dan penyayang