Penulis: Nazila Ayattul Husna

🌈HEALING BERSAMA SAHABAT🌈


"Yang bener aja?" teriakku di telepon.

 

 

Haiii... Aku Ana, aku mau bercerita sedikit kepada kalian. Okee, kalian pasti penasaran kan mengapa aku berteriak di telepon? Nah, maka dari itu baca ceritanya sampai selesai ya.

 

 

Pada Minggu pagi, pukul 08.00, aku mendapat telepon dari sahabatku, Al. Ia mengajakku pergi ke Black Dew, sebuah kafe yang cukup terkenal di Pacet, Mojokerto, tepatnya di Jalan Claket, Cembor. Aku cukup kaget, karena biasanya kalau kami ingin pergi bersama, kami selalu merencanakannya jauh-jauh hari. Namun kali ini, Al tiba-tiba saja mengajakku tanpa rencana sebelumnya. Awalnya aku sempat ragu untuk berangkat, karena belum bersiap apa-apa, tapi dia berhasil membujuk ku. 

 

 

"Iya beneran lah, aku lagi bosen di rumah nggak ngapa-ngapain, di rumah juga lagi ga ada orang" ucap Al kepadaku.

 

"Tapi ini mendadak banget Al, aku belum menyiapkan apa-apa, aku juga belum izin Ibu" jawabku.

 

"Gapapa Na, sekarang kamu izin dulu ke Ibu kamu." ucap Al, kemudian menyuruhku untuk izin ke Ibu.

 

"Hufttt... yaudah yaudah aku izin dulu, tapi kalau tidak boleh ya mau gimana lagi" aku menghembuskan napas, lalu menjawabnya dengan nada pasrah.

 

"Pasti boleh, Tante itu bersahabat banget sama aku" ucap Al yakin kalau aku akan diperbolehkan untuk keluar bersamanya.

 

"Ya.. ya.. ya.." kataku kemudian menutup teleponnya.

Aku pergi ke kamar Ibu kemudian meminta izin kepada Ibu kalau Al mengajakku keluar.

 

"Bu, aku izin keluar sama Al boleh, baru bilang ini tadi, aku juga kaget dia tidak memberitahu dari kemarin-kemarin" ucapku kepada Ibu.

 

Aku deg-degan, aku sudah tahu Ibu akan jawab gimana. Ibuku itu orangnya kalau kita mau main harus izin dari jauh-jauh hari. Aku sudah tidak berharap banyak karena Ibu pasti tidak akan mengizinkan, tetapi aku sangat terkejut karena Ibu menjawab...

 

"Iya boleh, tapi Al suruh izin ke Ibu mau berangkat jam berapa dan pulang jam berapa, biar Ibu ngga khawatir" jawab Ibu dengan memberikan nasihat agar tidak keluar sampai lupa waktu.

 

"Hah... beneran gapapa Bu?" tanyaku untuk memastikannya.

 

"Iya... tapi Al suruh telepon Ibu dulu ya..." jawab Ibu.

 

"Baik Bu..." ucapku dengan senang.

Aku pun kembali ke kamar lalu menelpon Al untuk memberitahunya.

 

 

"Hallo Na, gimana diizinin ngga?" jawab Al sembari bertanya.

 

 

Aku, sebagai orang yang jahil tentu saja ingin menjahilinya dengan bilang aku tidak diperbolehkan untuk keluar bersamanya, hihihihi.

 

 

"Maaf ya... Ibu tidak mengizinkan" jawabku dengan nada sedih tetapi wajahku menahan tawa.

 

 

"Loh... beneran ngga boleh Na?" tanya Al dengan nada putus asa.

 

"Hahahaha... tapi boong, boleh kok" jawabku dengan tertawa senang.

 

"Dasar kamu Na..." ucap Al.

 

"Tapi Ibu nyuruh kamu izin dulu ke Ibu, berangkat jam berapa, terus pulangnya jam berapa" ucapku memberitahu ke Al.

 

"Iya... iya... aman..." jawab Al

 

"Oh iya, by the way nanti berangkat jam berapa?" tanyaku, agar aku bersiap-siap lebih awal.

 

"Jam 2 siang," jawab Al.

 

"Oalah oke.." jawabku kemudian menutup teleponnya.

 

 

Setelah menelpon Al aku lalu membereskan kamar, makan, terus tidur. Jam 12.00 aku terbangun karena alarm ku berbunyi, aku berbaring dan melihat HP sebentar untuk mengumpulkan nyawa.

 

Setelah benar-benar sadar aku beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke ruang tamu. Aku melihat ruang tamu begitu sepi dan sunyi. "Tumben banget rumah ini sunyi," ucapku dalam hati.

 

Lalu aku melihat ke kamar orang tuaku ternyata mereka sedang tidur. Kemudian aku bergegas pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, kaki, dan tangan lalu mengambil wudhu, kemudian melaksanakan shalat Dzuhur.

 

 

Setelah salat, aku pergi ke dapur untuk mengambil makan dan membuat susu hangat, dan membawa makanan dan minuman ku ke ruang tamu. Aku memakan makananku sambil melihat televisi. Aku pun melihat handphone, dan ternyata sudah jam 13.10. Aku tidak sadar kalau hampir 30 menit aku makan. 

 

Kemudian aku bergegas mencuci piring dan ke kamar mengambil baju yang akan aku pakai di kamar, lalu aku mandi. Setelah mandi aku menuju meja rias untuk bersiap-siap. 

 

Jam 13.40 Al mengirimkan pesan ke aku.

 

"Kamu sudah siap belum Na? Kalo udah aku berangkat sekarang" pesan Al di WhatsApp.

 

"Bentar lagi, tapi kalo kamu mau ke sini dulu ya gapapa" jawabku membalas pesan darinya.

 

"Oke deh, aku ke sana sekarang" jawab Al, lalu berangkat ke rumahku.

 

 

Tidak lama kemudian aku selesai dan setelah itu Al sampai di rumah lalu mengetuk pintu. 

 

"Tok.. tok.. tok.. Assalamualaikum, Ana..." panggil Al dari luar.

 

"Iya... sebentar" jawabku dari dalam rumah.

 

Aku pun membukakan pintu dan menyuruh Al menunggu, karena aku mau berpamitan ke Ibu. Singkat cerita aku keluar.

 

"Ayo Al..." ucapku.

 

"Bentar, ini aku nggak pamitan dulu ke Tante?" tanyanya.

 

"Ibu lagi tidur, aku juga udah bilang kok kalo mau berangkat, Ibu bilang iya hati-hati" jawabku.

 

"Oalah oke deh, ayo berangkat" ucap Al lalu berdiri dan berjalan ke arah motornya.

 

 

Singkat cerita, kita sampai di tempat makan. Karena dalam keadaan hujan, yang seharusnya ketika cuacanya cerah kita dapat melihat pemandangan Gunung Penanggungan yang indah, tetapi karena hujan jadi tertutup awan. Kita merasa sedih, dan yang bikin kesal, kita sulit menemukan tempat duduk karena semua penuh.

 

"Yah... gunungnya tertutup awan Na" ucap Al.

 

"Iya... sayang banget padahal kalo cuacanya cerah pemandangannya bagus banget" jawabku dengan sedih.

 

Aku sedikit kesal karena kita sulit menemukan tempat duduk dan dalam keadaan hujan. Rata rata semua meja sudah penuh. 

 

"Ini juga dari tadi nyari tempat duduk penuh semua" ucapku dengan kesal.

 

"Sabar Na, ayo cari tempat di atas" ucap Al sambil menepuk-nepuk punggung ku.

 

 

Saat kita mencari tempat di atas ternyata ada orang yang sudah selesai dan turun. Kita menempati tempat duduk itu, lalu kami memesan makanan dan minuman. Tidak lama setelah itu makanan diantar dan kita makan. Sekitar jam 16.30 Gunung Penanggungan terlihat karena sudah tidak tertutup awan. Kemudian kita menikmati pemandangan view gunung penanggungan dengan cuaca yang sejuk sambil memakan makanan yang kita pesan.

 

Setelah selesai makan kita bercerita-cerita sambil menunggu adzan magrib, setelah adzan magrib aku kemudian mengajak Al turun untuk berfoto-foto.

 

"Al, ayo kita turun, kita foto foto di bawah" ajakku ke Al.

 

"Ayo.. ayo.." jawab Al dengan semangat.

 

 

Setelah berfoto-foto sebentar kita pun pulang. Saat di perjalanan pulang, jalanan sangatlah gelap, kita hanya mengandalkan lampu sepeda. Tetapi untung saja masih banyak orang jadi kita tidak takut.

 

 

Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, kita pun sampai di rumahku. Aku sempat menyuruh Al masuk sebentar untuk beristirahat, dan meminum teh hangat agar tidak kedinginan, tetapi ia menolak. 

 

"Ayo masuk dulu, istirahat sebentar biar aku buatin teh hangat. Kamu pasti capek kan" ucapku.

 

"Iya Na makasih tapi nggak usah, aku mau langsung pulang aja, takut mama sama papa nyariin" jawab Al.

 

"Oalah oke oke... hati-hati ya, makasih juga udah ngajak aku main" ucapku untuk berterima kasih kepadanya. 

 

"It's oke Na, harusnya aku yang berterima kasih, kamu mau nemenin aku main” jawab Al sambil tersenyum.

 

"Pulang dulu yaa Na... titip salam buat Tante, maaf juga nggak bisa mampir" ucap Al.

 

"Iya Al nanti aku bilangin ke Ibu, hati hati ya Al" jawabku.

 

Aku sangat senang karena hari ini adalah hari yang sangatlah seru. Banyak hal-hal lucu yang kita alami, dan hal-hal lucu yang kita bicarakan bersama sepanjang hari.