Penulis: Nazila Ayattul Husna

✨ PERJALANAN MENUJU MALAM BAHAGIA ✨


Rabu pagi minggu lalu, sekitar jam 04.10, Ana masih tertidur pulas di kamarnya. Biasanya sebelum subuh dia sudah bangun dengan sendirinya, tetapi entah kenapa hari itu ia masih tidur dengan sangat nyenyak. Hembusan angin dingin yang masuk dari celah jendela membuat tidurnya semakin lelap, ditambah lagi tubuhnya terasa hangat tertutup selimut tebal yang membuai dirinya.

 

Ibu Ana yang sudah bangun terlebih dahulu merasa heran karena Ana belum juga keluar dari kamarnya. Biasanya, suara langkah Ana sudah terdengar di ruang tengah, untuk pergi mengambil air wudhu. Namun kali ini, rumah terasa sunyi, hanya terdengar suara ayam berkokok di kejauhan. Ibu akhirnya melangkah menuju kamar Ana.

 

Dengan langkah pelan, ibu membuka pintu kamar yang sedikit berderit, lalu masuk sambil memperhatikan putrinya yang masih terlelap. Wajah Ana tampak damai, meskipun rambutnya sedikit berantakan. Ibu pun menghela napas tipis, lalu mendekati ranjang untuk membangunkan Ana.

 

"Ana, ayo bangun, sudah jam berapa ini," ucap ibu Ana sambil menggoyangkan lengan putrinya yang masih terlelap.

 

"Emm... iya... Bu..." sahut Ana dengan suara pelan, matanya masih terpejam rapat.

 

"Tidak biasanya kamu ini, biasanya juga bangun sendiri," kata ibu Ana, kemudian berjalan pelan meninggalkan kamar Ana.

 

"Huaaa... tadi malam aku tidak bisa tidur nyenyak gara-gara kedinginan, jadi susah sekali bangun," gumam Ana sambil menguap lebar. Ia membuka matanya perlahan, mengucek - uceknya, lalu duduk di tepi ranjang.

 

(Dari ruang tengah terdengar suara ibu kembali memanggil)

 

"Ana, ayo segera ambil wudhu." ucap ibu

 

"Iyaa, Bu... Ana bangun sekarang," jawab Ana sambil berjalan menuju kamar mandi.

 

Ana pun segera melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka. Air dingin yang menyentuh kulitnya membuat rasa ngantuk perlahan hilang. Setelah itu, ia mengambil air wudhu dan menunaikan sholat dengan khusyuk. Bacaan demi bacaan ia lantunkan dengan tenang, seakan menenangkan hati dan pikirannya untuk memulai hari.

 

Seusai sholat, Ana tidak langsung kembali ke kamarnya. Ia menyempatkan diri membantu ibunya sebentar di rumah, mulai dari merapikan ruang tamu hingga membantu menyiapkan sarapan sederhana. Senyum ibunya yang tulus membuat Ana merasa hangat, seakan rasa lelahnya menguap begitu saja.

 

Waktu terus berjalan, jarum jam menunjukkan pukul 05.30. Ana pun segera mandi, lalu berganti pakaian yang nyaman. Tak menunggu lama, ia duduk di meja belajar, meletakkan hp nya lalu membuka buku dan catatan yang sudah menumpuk dengan tugas-tugas dari sekolah.

 

Siang hari pun datang tanpa terasa. Setelah berjam-jam mengerjakan tugas dan berjuang untuk memahami materi yang diberikan, akhirnya tepat pada pukul 13.50, Ana menutup bukunya dengan napas lega semua tugasnya telah selesai.

 

Tak ingin terlambat, ia bergegas menyiapkan seragam latihan paskibra. Lalu Ana memasukkan botol minum ke dalam tas. Dengan semangat, ia berpamitan kepada ibunya sebelum melangkah keluar rumah. 

 

Sesampainya di tempat latihan, Ana dan teman-temannya langsung melakukan pemanasan dan memulai kegiatan dengan semangat. Lelucon kecil dan tawa sesekali terdengar di sela-sela gerakan yang mereka ulang berkali-kali.

 

Saat istirahat, salah satu temannya bercerita bahwa di Sukodono sedang ada pasar malam, tapi hanya buka dua hari saja. Mendengar itu, mata Ana berbinar. Ia langsung membayangkan suasana pasar malam dengan lampu warna-warni, wahana permainan, dan jajanan yang menggoda.

 

Dalam hati Ana, ia ingin sekali pergi ke sana tapi ia tidak tau harus mengajak siapa. Ia sempat berpikir untuk mengajak ibunya. Namun, setibanya di rumah, belum sempat Ana memberi tahu kepada ibunya, ia malah tidak sabar untuk berbagi kabar itu kepada sahabatnya, yaitu Al, Al adalah sahabat Ana dari kecil.

 

“Heii… Al…” ucap Ana lewat pesan di whatsapp.

 

“Kenapa Na?” jawab Al dengan singkat

 

"Al kamu tau tidak, di Sukodono ada pasar malam, lo! Tapi cuma dua hari aja," kata Ana.

 

Al yang membaca pesan itu langsung antusias. Tak butuh waktu lama, Al pun membalas pesan dari Ana

 

"Na, ayo kita ke sana habis Isya'!" jawab Al

 

Ana pun melompat dan tertawa senang membaca balasan yang dikirim oleh Al. Ia langsung mengiyakan ajakan Al. 

 

Singkat cerita, malam pun tiba. Jam 18. 10 Ana pun bergegas mandi, setelah mandi Ana pun sholat maghrib, kemudian setelah itu ia bersiap-siap. Tidak lama kemudian hp Ana berdering..

 

 Telepon berdering

 

"Hallo, Na..." ucap Al dengan suara riang.

 

"Eeh, iya, Al," jawab Ana cepat sambil menutup novel yang barusan ia baca.

 

"Kamu udah siap kan?" tanya Al memastikan.

 

"Iyaa, udah kok," sahut Ana sambil menatap dirinya di cermin, memastikan penampilannya rapi.

 

"Oke, aku berangkat sekarang ya," ucap Al, terdengar suara motor yang baru dinyalakan di seberang sana.

 

"Oke, Al. Aku tunggu di rumah," jawab Ana sambil tersenyum.

 

"Oke!" balas Al, lalu telepon pun terputus.

 

Lalu Al pun berangkat untuk ke rumah Ana, sambil menunggu Al Ana pun pergi menemui ibunya di kamar, ia melihat ibunya sedang bermain hp, kemudian Ana masuk dan meminta izin kepada ibu nya kalau ia mau pergi bersama Al. 

 

"Ibu..." panggil Ana dengan pelan

 

"Kenapa Na?" Tanya ibu kepada Ana

 

"Itu, Bu... Ana mau minta izin keluar. Ana diajak Al, Bu," jawab Ana dengan suara sedikit ragu.

 

"Oalah... iya, Na. Hati-hati ya. Jangan pulang terlalu malam." ucap ibu sambil tersenyum

 

"Siap, Bu!" sahut Ana sambil berdiri tegak memberi hormat ala tentara.

 

Iyaa... iyaa... dasar kamu, Na." sahut ibu dengan terkekeh kecil, dan menggeleng-gelengkan kepala. 

 

Tidak lama setelah itu Al pun datang, Ana dari dalam rumah nya mendengar suara sepeda motor Al. Belum sempat Ana membuka kan pintu ternyata Al sudah mengetuk pintu. 

 

"Tok... tok... tok...!! Permisi, Ana..." ucap Al sambil mengetuk pintu

 

"Iyaa sebentar..." jawab Ana dari dalam rumahnya

 

"Eeh... Al, sebentar yaa Ana nya masih ngambil tas" ucap ibu Ana

 

"oalah iya te.."jawab awal

 

(Setelah itu Ana pun keluar) 

"Haiii Al..., maaf ya bikin kamu nunggu lama" ucap Ana dengan rasa tidak enak membuat Al menunggu

 

"Aman Na, gapapa kok" jawab Al

 

"Yaudah ayo pamit ke ibu aku" kata Ana sambil menyuruh Al masuk

 

(Saat Al sudah berada di dalam rumah Ana, Ana pun langsung mengajak Al menghampiri orang tua Ana untuk berpamitan karena mereka akan segera berangkat) 

 

"Ibu… Ana sama Al mau berangkat dulu ya, biar nanti nggak kemalaman pulangnya" ucap Ana sambil mengulurkan tangannya untuk berpamitan kepada ibunya

 

"Iyaa Na, inget ya… nanti pulangnya jangan malem malem" jawab ibu Ana kemudian mengulurkan tangannya

 

“Iyaa buu, siap…” jawab Ana 

 

"Saya izin mengajak Ana main sebentar ya te" ucap Al sembari mengulurkan tangannya kepada ibu Ana

 

"Iyaa Al hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut bawa sepeda nya" jawab ibu Ana lalu mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Al

 

(Ana memeluk ibunya sebelum berangkat) 

 

Setelah mereka selesai berpamitan kepada orang tua Ana, ibu Ana pun mengantarkan mereka berdua ke depan rumah. Mereka segera berangkat agar tidak terlalu malam pulangnya dan ketika dalam perjalanan, ternyata mereka melewati jalan yang ditutup, akhirnya mereka mengikuti petunjuk yang diberikan, tetapi mereka merasa jalannya semakin menjauh. 

 

"Lohhh... jalannya ditutup, kita lewat mana ini Al" ucap Ana

 

"Iyaa Na, kalo putar balik malah buang-buang waktu, semakin kemalaman nanti" kata Al

 

"Gapapa deh Na kita ikuti orang-orang di depan aja deh" ucap Al

(Setelah agak jauh Ana berkata kepada Al) 

 

"Kok aku ngerasa kita malah makin jauh ya, benarkan ini jalannya?" tanya Ana kepada Al

 

"Aku juga ngerasa kita malah semakin jauh dari tempat tujuan Na" jawab Al

 

"Apa kita putar balik aja, nanti kalo diterusin takutnya malah kita nyasar" ucap Ana sambil gelisah

 

"Tidak apa-apa Na kita ikuti jalan ini aja" ucap Al untuk meyakinkan Ana agar Ana tidak gelisah

 

"Kamu ada paketan ngga Na, kalo ada kita bisa sambil lihat google maps" tanya Al

 

"Waduh sorry Al tapi aku nggak ada paketan, kita cari konter aja, nanti aku beli paketan dulu" jawab Ana 

 

"Yauda nanti kalo ada toko paketan kita berhenti dulu aja buat beli paketan" ucap Al

 

"Okee Al" ucap Ana

 

Mereka pun mengikuti arah jalan itu, sampai pada akhirnya mereka sampai di jalan yang mereka ketahui, mereka bersyukur karena mereka tidak tersesat, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan perasaan yang tidak sabar untuk bersenang-senang di pasar malam, tidak lama setelah itu mereka pun sampai di tempat tujuan, mereka pun memperkirakan sepeda lalu masuk ke pasar malam dan membeli banyak jajanan. 

 

Mereka pun berjalan-jalan sambil berbincang sampai tertawa dengan bahagia, mereka juga melihat banyak orang berjualan. Tidak terasa jam menunjukkan pukul 20.45 Ana memberitahu bahwa ia harusnya segera pulang karena itu sudah malam, dan Al pun melihat hp nya untuk melihat jam, setelah itu mereka pun pulang. 

 

"Al udah jam segini ayo kita pulang, takutnya nanti orang tua kita khawatir kalau kita pulang terlalu malam" ucap Ana kepada Al

 

"Iyaa Na ayo kita pulang, kamu sudah selesai kah membeli jajanannya?" tanya Al

 

"Sudah Al, kamu sendiri gimana sudah selesai kah?" jawab Ana dan kembali bertanya kepada Al

 

"Udah kok Na, ayo kita pulang" ucap Al

 

"Yaudah ayo Al" jawab Ana

 

Mereka pun pulang, untung saja mereka tidak lewat jalan tadi, mereka lewat jalan yang lebih banyak kendaraan lewat alhamdulillah perjalanan mereka tidak dapat masalah-masalah yang dapat menghalangi perjalanan mereka. Singkat cerita mereka telah sampai di depan rumah Ana, mereka melihat di depan rumah Ana tidak ada orang lalu tiba-tiba ibu Ana membukakan pintu. Ibu Ana keluar karena mendengar suara sepeda motor. 

 

"Eh Ana, Al.. kalian sudah pulang ya" ucap ibu Ana

 

“Ibu di bawain apa ini?” ucap ibu Ana

 

“eehh… aku cuma bawain bakso doang bu, gapapa ya” jawab Ana dengan ekspresi bingung

 

“wkwk, iyaa naa, ibu cuma bercanda kok” jawab ibu Ana sambil tertawa

 

(Mereka pun bersalaman kemudian Al pun berpamitan untuk pulang karena sudah malam) 

 

"Tante... saya mau langsung pulang, sudah malam soalnya" ucap Al

 

"Oalah iya... hati-hati ya, jangan ngebut-ngebut loh" jawab ibu Ana

 

"Yasudah tante... saya pulang dulu, assalamualaikum" ucap Al sambil bersalaman kepada ibu Ana

 

"Waalaikumsalam iya… hati-hati ya" jawab ibu Ana

 

“Iyaa te, terima kasih” ucap Al sambil tersenyum 

 

Setelah sampai di rumah Ana pun langsung pergi membersihkan diri dan ia membereskan kamarnya, menata buku-buku yang telah dikerjakan tadi lalu menyiapkan barang-barang seperti baju sekolah dan buku-buku yang akan dipakai dan dibawa besok. 

 

Setelah di rasa semuanya sudah dibersihkan dan tidak ada hal yang akan dilakukan, Ana pun bersiap siap untuk tidur, ia mencuci muka, mencuci kaki dan tangan, lalu menggosok gigi, setelah itu iya pun tidur dengan lelap, mungkin karena kecapean karena habis pergi bermain sampai dia tertidur dan belum makan.