Penulis: 9HEROIC

"Petualangan di Kali Bader"


Sore itu, Ma’ul, Haidar, dan Dapa melangkah ceria menuju Kali Bader, sungai besar yang selalu jadi tempat favorit mereka. Ma’ul membawa ember kecil, Haidar menenteng pancing baru, dan Dapa membawa umpan yang baunya membuat mereka saling menjauh.

Setibanya di tepi sungai, mereka langsung menentukan aturan: siapa dapat ikan paling besar, dia menang. Dengan semangat, ketiganya melemparkan kail masing-masing.

Tak lama kemudian, pancing Dapa menegang kuat. “Bantuin! Berat banget ini!” teriaknya. Mereka berdua ikut menarik, tapi setelah keluar dari air… ternyata hanya ikan kecil yang heboh sendiri. Mereka tertawa sampai Dapa manyun.

Beberapa menit setelah itu, Ma’ul merasakan tarikan berat. Ia menarik perlahan dan muncul seekor ikan nila besar, membuat Haidar langsung bersiul kagum. “Wah, itu susah dikalahin.”

Haidar yang dari tadi belum dapat apa-apa mulai gelisah. Namun mendadak pancingnya melengkung sangat kuat, jauh lebih berat dari sebelumnya. “Ini beda! Ini besar!” serunya.

Dengan tenaga penuh dan bantuan Ma’ul serta Dapa yang ikut memegang gagang pancing, mereka akhirnya berhasil mengangkat seekor ikan gabus—atau orang desa menyebutnya kuthuk—dengan ukuran lumayan besar. Warnanya gelap mengilap dan tubuhnya panjang, membuat ketiganya bersorak puas.

“Ini baru namanya juara!” Haidar berkata bangga, wajahnya merah kelelahan.

 

Mereka pun duduk di tepi Kali Bader, menikmati angin sore sambil memandangi hasil tangkapan. Senja jatuh perlahan, dan mereka pulang dengan tawa, membawa ember berisi nila, ikan kecil, dan gabus besar—serta cerita seru yang tak akan mereka lupakan.