Penulis: Zafira Almaira Rahma Alamsyah

Dampak Buruk dari Bullying


Matahari mulai menampakkan dirinya dan menyinari pagi Sabrina. Sabrina sangat semangat untuk pergi ke Sekolah, karena ini adalah hari pertama nya naik kelas 1 SMP. Sabrina adalah Siswi yang sangat pintar dan cerdas di sekolah nya dulu, ia selalu menjadi peringkat pertama di sekolah nya dulu. Setengah tujuh pagi Sabrina berangkat menuju ke sekolahnya "SMP 1 Bina Bangsa". Sabrina berangkat bersama ayahnya yang sekalian berangkat kerja. Sesampainya di Sekolah, Sabrina mencari kelasnya " 75". Saat ia berjalan menelusuri Sekolah nya, dari belakang ia melihat ada 3 anak perempuan menabrak nya dari belakang hingga Sabrina terjatuh. 

   "Eh sory ga kelihatan kalo ada lu" salah satu dari mereka berkata-kata sambil tertawa.

   "mangkanya kalo jalan itu jangan sambil noleh kanan kiri!!" ucap teman lainnya. 

     Sabrina berdiri dan langsung meninggalkan mereka bertiga. Setelah keliling sekolah dan mencari mancari kelas nya, ia akhirnya menemukan kelas nya. Sesampainya di kelas ia melihat 3 anak tadi yang telah menabraknya. Sabrina duduk di paling belakang kelas, tiba tiba ada satu cewek ingin duduk di sebelah Sabrina. Siswi itu mengajak Sabrina berkenalan. 

   "Halo kenalin aku Viona Atasya melvira, salam kenal ya" ucap nya sambil tersenyum ramah. 

   "Halo kenalin juga namaku Sabrina Regina Axelsen" balas Sabrina senang hati.

           Jam Istirahat tiba. Sabrina tidak keluar kelas karena , sedang menonton drakor kesukaan nya.Viona pergi ke Kantin dengan teman teman yang lain, dan meninggalkan Sabrina di kelas. Sabrina sedang asik menonton drakor nya, Tiba tiba 3 anak perempuan yang tadi menabrak nya mendatangi Sabrina dan salah satu mereka menjambak rambut Sabrina. Mereka mengajak Sabrina berkenalan. 

   "Kenalin gue Alesha, dan ini temen gua Vania sama Dinta". ucap Alesha dengan tatapan sinis. 

   " Aw.. apasih kalian ini? jangan jambak rambut gua!!" Sabrina merintih kesakitan. 

Mereka bertiga tidak peduli dan malah menjambak keras lagi rambutnya, dan mereka mengatakan suatu hal kepada Sabrina. 

    "Asal lo tau, jangan sampe lo sekolah di sini lagi!! lo harus keluar dari sekolah ini" ucap Alesha sambil mendekat kan wajahnya ke Sabrina. 

   "Lo boleh sekolah disini kalo lo bantuin gua jadi peringkat pertama di sekolah!!" kata Vania. 

    Sabrina hanya terdiam, air mata uang dari tadi ia tahan akhirnya keluar. Setelah mereka ber tiga menyadari bahwa Sabrina menangis, mereka malah meninggalkan Sabrina begitu saja. Viona kembali ke kelas dan menyadari bahwa Sabrina tidak baik baik saja. Viona bertanya apa yang terjadi kepada Sabrina. Sabrina hanya diam dan tidak menjawab apa apa.

           Hari ini Sabrina berangkat ke sekolah dengan pakaian yang lusuh dan tidak rapi, rambutnya acak acakan. Sesampainya di kelas Alesha, Vania , dan Dinta berulah lagi. kali ini mereka mengajak Sabrina ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Alesha sudah menyiapkan 1 ember berisi air penuh dan menumpahkan semua nya ke Sabrina. Sabrina basah kuyup , ulah mereka bertiga belum selesai mereka menarik Sabrina dan mencelupkan wajah Sabrina ke dalam wastafel yang penuh air, karena wastafel tersebut sudah sengaja di sumbat. Mereka bertiga melakukan ini karena Sabrina tidak mencontek kan hasil jawabnya ke mereka bertiga. Ternyata Viona melihat dan mendengar semua kejadian itu, Viona segera melaporkannya semua ini ke guru BK. Bu Esti sebagai guri BK pun segera menangani semua masalah yang terjadi. mereka ber 5 dibawa ke ruang BK. Mereka di tanyai mengapa semua ini bisa terjadi dan pada akhirnya mereka bertiga jujur dan menceritakan semuanya ke Bu Esti. Sebagai hukumannya mereka ber tiga di D.O dari SMP 1 Bina Bangsa. karena Ada satu kejadian parah tang telah mereka lakukan kepada Sabrina yaitu mendorongnya hingga terjatuh sampai membuat kepalanya robek. Tapi Sabrina bilangnya Ia terjatuh dari tangga hingga kepala nya robek dan harus di jahit. Alesha, Vania, dan Dinta meminta maaf kepada Sabrina, meskipun begitu Sabrina memaafkan mereka.

 

Pesan moral cerita ini adalah bahwa bullying sangat berbahaya dan tidak boleh dibiarkan, keberanian untuk melapor itu penting, kejujuran membantu menyelesaikan masalah, memaafkan adalah sikap yang baik, dan sekolah harus menjadi tempat aman bagi semua siswa.