Matahari malu-malu menampakkan dirinya.Tepat pukul 06.30 Bianca bergegas ke sekolah karena hari ini adalah hari pertama Ujian Tengah Semester. Bianca adalah siswi terkenal di sekolahnya karena kepintarannya tidak bisa di kalahkan siapapun. Bianca merupakan anak yang ambisius dan tidak pernah mau kalah dengan yang lain.
Bianca sibuk berkutat dengan smartphone milik nya, seperti dunia miliknya sendiri. Dia berjalan tanpa melihat kedepan, dengan tam sengaja menabrak teman sekelasnya, yaitu Reyhan yang tengah sibuk membaca buku catatan Matematika.
"Huftt? Rifki?"
"Ngapain bawa buku? belajar? " tanya Bianca.
"Buat belajar" jawab Rifki tak acuh sambil mengambil buku catatan matematikanya yang terjatuh.
"Ya ampun! buat apaan" tanya remeh shella.
"Hari ini ujian"
Emang harus ya yang namanya belajar Rif? Mangkanya pinter dong kaya aku!" Ucap remeh Bianca ke Rifki.
"Yah... pergi... maku ya! " lanjut Bianca yang kembali meremehkan.
Ujian telah selsai. Setelah ujian usai , bel pulang sekolah berbunyi. Saat Bianca ke luar dari pintu kelas, dia melihat Rifki
berjalan dengan tatapan kosong. Bianca mempercepat laju jalannya dan menabrak Rifki dengan sengaja.
"Gimana sih jalannya Rif, jalan itu lihat depan! jangan sambil bengong"
"Lain kali hati hati ya kalau jalan Bianca, lihat depan kalau jalan, jangan lihat kanan kiri! "
"Bilang aja kamu bengong gara gara mikirin nilai kamu yang ga bakal bagus! "
Rifki mengabaikan Bianca yang ada di belakangnya.
Setelah Ujian Tengah Semester berakhir, semua siswa-siswi berbondong-bondong menuju ke papan mading sekolah. Rifki terkejut melihat namanya masuk ke peringkat 2 dari 10 anam berprestasi di sekolah mereka. Rifki merasa bangga karena perjuangannya mati-matian untum belajar tidak sia-sia. Sementara ternyata nila Bianca tidak begitu memuaskan. Dia hanaya berada pada urutan ke tujuh karena saat mengerjakan ujian dia ceroboh dan tidak teliti. Bianca mengucapkan selamat kepada Rifki dan meminta maaf karena telah meremehkan Rifki selama ini.
Pesan Moral dari cerita ini adalah sebuah Kerja keras dan ketekunan adalah kunci utama untuk mencapai kesuksesan, bahkan bagi mereka yang sudah pintar. Kesombongan dan kecerobohan dapat menjatuhkan hasil yang sudah ada di tangan.