
“Aku harus mulai dari mana, ya?” bisik Rani sambil menatap cermin kecil di kamarnya. Di sebelahnya, sahabatnya, Mira, tersenyum lebar. “Tenang, Ran. Kita mulai dari lip tint dulu. Kamu pasti bisa!” Rani mengangguk pelan, mencoba mengikuti instruksi sambil menahan gugup. Hari ini adalah pertama kalinya ia belajar make up, dan itu membuat suasana sore jadi berbeda dari biasanya.
Awalnya, Rani merasa takut salah, tapi Mira sabar membimbing langkah demi langkah. “Pelan-pelan aja, jangan ditekan terlalu kuat,” ujar Mira sambil membetulkan sedikit blush on di pipi Rani. Ketika melihat hasil akhirnya, Rani terpaku. Ia hampir tak percaya itu dirinya—lebih cerah, lebih rapi, dan tetap terlihat natural. “Wah… aku cantik juga, ya,” katanya sambil tertawa kecil. Mira ikut tertawa, bangga melihat temannya mulai percaya diri.
Sore itu menjadi kegiatan yang tak terlupakan bagi Rani. Ia bukan hanya belajar make up, tetapi juga belajar menerima dirinya sendiri. Pengalaman sederhana bersama sahabatnya membuatnya merasa dihargai dan didukung. Sejak hari itu, setiap kali Rani bercermin, ia selalu teringat momen hangat yang membuatnya semakin berani tampil apa adanya.