JEJAK TANAH DI WONOAYU
Cerita ini berpusat pada konflik tanah di Wonoayu, Sidoarjo. Tanah bukan cuma dilihat sebagai harta, tapi sebagai identitas, sejarah, dan sumber hidup masyarakat agraris.
Seorang ayah yang memiliki tanah menolak keras rencana pembebasan tanah oleh pengembang / pihak berkuasa. Penolakan itu memicu demonstrasi besar dari warga kecil yang mempertahankan hak ulayatnya. Aksi itu dijaga ketat aparat, dan berujung pada kriminalisasi massa.
Puncaknya, sang ayah meninggal secara simbolik dalam demonstrasi tersebut, sementara para demonstran lain ditangkap.
Intinya, Danarto mau nunjukin pertentangan kelas yang nyata: antara kelas borjuis / pengembang yang punya kuasa ekonomi dan politik, melawan kaum proletar / rakyat kecil yang cuma punya tanah sebagai satu-satunya alat produksi. Tanah di Wonoayu jadi saksi jejak darah dan perjuangan itu, sama seperti sejarah Wonoayu sendiri yang memang dikenal sebagai tempat pertempuran mempertahankan kedaulatan
Pesan utamanya: kalau tanah dirampas, yang hilang bukan cuma lahan, tapi juga budaya dan martabat komunitasnya.