Penulis: sulton diflan

Hutan menawan


Kisah Pembuka Hutan Menawan

​Pada zaman dahulu, kawasan tengah delta Jawa Timur masih berupa hutan belantara yang amat lebat. Banyak orang enggan memasukinya karena mengira hutan itu angker dan berbahaya. Namun, seorang pengembara arif bernama Ki Ageng Pangaribawa bersama para pengikutnya justru melihat hal yang berbeda saat pertama kali menginjakkan kaki di sana.

​Bukannya suasana mencekam yang mereka temui, melainkan pepohonan rindang yang tertata alami, gemericik air sungai yang jernih, serta udara sejuk yang menentramkan jiwa. Hutan itu tampak begitu memesona, seolah memancarkan keindahan tersendiri.

​"Tempat ini tidak seperti hutan pada umumnya," ujar Ki Ageng sambil memandang hamparan pepohonan hijau yang diterpa sinar matahari pagi. "Hutan ini begitu elok dan menawan."

​Bersama para pengikutnya, Ki Ageng mulai memohon izin kepada Sang Pencipta lalu memulai proses pembukaan lahan secara bijaksana. Mereka menata area pemukiman tanpa merusak alam sekitar. Tanah yang mereka garap ternyata sangat subur; tanaman padi tumbuh subur, ladang menghasilkan panen melimpah, dan sumber air tidak pernah kering meski musim kemarau tiba.

​Seiring berjalannya waktu, semakin banyak warga dari daerah lain yang datang dan bermukim di sana. Dusun kecil itu pun berkembang menjadi desa yang makmur, damai, dan aman.

​Ketika warga berkumpul untuk menentukan nama resmi bagi pemukiman mereka, Ki Ageng Pangaribawa berdiri dan mengingatkan kembali awal mula mereka menemukan tempat tersebut.

​"Kita hidup dan bernapas di tanah yang dahulunya adalah hutan yang sangat cantik," tutur Ki Ageng. "Maka, biarlah tempat ini dinamai Wonoayu—dari kata Wono yang berarti hutan, dan Ayu yang berarti indah atau cantik."

​Warga menyambut nama itu dengan suka cita. Sejak hari itu, daerah tersebut dikenal sebagai Wonoayu. Legenda keberanian dan kearifan Ki Ageng dalam membuka hutan indah itu terus diceritakan secara turun-temurun, menjadi pengingat bagi setiap generasi untuk selalu menjaga keasrian dan kelestarian tanah kelahiran mereka.