ASAL-USUL DESA SIMOANGIN-ANGIN
Pada suatu sore, di sebuah tempat yang masih dipenuhi pepohonan dan hamparan sawah, tinggallah seorang pemuda bernama Jaka. Ia dikenal sebagai pemuda yang rajin dan suka membantu orang-orang di sekitarnya.
Suatu hari, Jaka berjalan menyusuri sebuah jalan kecil untuk mencari kayu bakar. Ketika sampai di tengah pepohonan, tiba-tiba angin bertiup sangat kencang.
“Wuuusss…”
Daun-daun bergoyang, ranting-ranting berjatuhan, dan debu beterbangan. Jaka mencoba melanjutkan perjalanan, tetapi angin terus berembus dari berbagai arah.
“Anginnya aneh sekali,” gumam Jaka.
Karena penasaran, Jaka mengikuti arah angin tersebut. Setelah berjalan cukup jauh, ia menemukan sebuah tempat yang sangat indah. Di sana terdapat tanah yang luas, pepohonan rindang, dan sebuah sumber air yang jernih.
Jaka kemudian pulang dan menceritakan temuannya kepada warga.
Keesokan harinya, beberapa warga ikut datang ke tempat tersebut. Mereka kagum melihat keadaan tanah yang subur dan udara yang sejuk. Mereka pun sepakat untuk menjadikan tempat itu sebagai tempat tinggal.
Hari demi hari, tempat itu mulai ramai. Rumah-rumah dibangun, sawah mulai digarap, dan warga hidup saling membantu.
Namun, satu hal selalu menjadi ciri khas tempat tersebut: angin yang terus berembus dengan lembut maupun kencang.
Setiap kali angin datang, warga sering berkata,
“Ini angin dari tanah kita.”
Lama-kelamaan, tempat itu dikenal dengan nama Simoangin-Angin, nama yang mengingatkan masyarakat pada angin yang menjadi bagian dari kisah awal tempat tersebut.
Sejak saat itu, nama Simoangin-Angin terus dikenang. Bukan hanya karena anginnya, tetapi karena tempat itu menjadi rumah bagi orang-orang yang hidup bersama, saling membantu, dan menjaga tanah yang mereka tempati.
Begitulah kisah yang diceritakan dari mulut ke mulut tentang asal mula nama Desa Simoangin-Angin.