Begitu tangan Kepin menggenggam Tongkat Ambang Batas, seluruh labirin bergetar. Kristal di ujung tongkat itu memancarkan cahaya biru yang begitu murni hingga mengusir kabut ungu di sekitarnya. Namun, getaran itu bukan sekadar reaksi sihir; itu adalah peringatan.
Keretakan Keseimbangan
Tanpa peringatan, lantai vault retak. Dari celah-celah tersebut, bukan kabut merah seperti milik Wraith yang muncul, melainkan kekosongan hitam yang seolah menelan cahaya itu sendiri.
The Void Leak: Kepin menyadari bahwa kekalahan Blood Wraith di Oakhaven telah meninggalkan lubang pada "selaput" antara dunia manusia dan dunia bawah. Ancaman Global: Ini bukan lagi masalah satu kota. Jika lubang ini tidak segera ditutup, dimensi manusia akan perlahan terserap ke dalam kehampaan. Peran Baru: Sang Penambal
Rubah Roh miliknya mengeluarkan suara melengking, menunjukkan arah ke titik pusat keretakan. Kepin harus menggunakan teknik yang belum pernah ia coba sebelumnya: Resonansi Penyegelan.
Langkah 1: Kepin menancapkan Tongkat Ambang Batas ke titik pusat retakan. Langkah 2: Ia tidak menggunakan kekuatan untuk menekan, melainkan menarik energi dari sekitar—termasuk memori indah dari liontin ibunya—untuk "menjahit" kembali realitas yang robek. Langkah 3: Sang Sentinel, yang tadi mengujinya, kini berlutut dan memberikan energinya kepada Kepin, mengakui otoritasnya sebagai pemimpin baru para Penjaga. Konsekuensi yang Berat
Proses penyegelan itu menguras habis energi mental Kepin. Saat lubang terakhir tertutup, ia jatuh terduduk, napasnya tersengal. Rambutnya, yang semula hitam pekat, kini memiliki gurat-gurat putih di bagian depannya—tanda fisik dari penggunaan kekuatan yang melampaui batas manusia.
"Sudah selesai?" tanya Kepin lemah.
Rubah Roh-nya menggeleng pelan. Keretakan di sini memang tertutup, namun visi yang muncul di benak Kepin menunjukkan bahwa ada tiga titik keretakan lagi yang tersebar di penjuru benua, semuanya dipicu oleh bangkitnya kekuatan gelap yang sengaja memancing kekacauan.
Musuh di Balik Layar
Di akhir bab, seorang pria berjubah hitam dengan topeng perak berdiri di puncak menara Oakhaven yang runtuh. Ia memegang sebuah peta kuno yang menunjukkan lokasi-lokasi keretakan.
"Kau melakukan tugasmu dengan baik, Penjaga muda," bisik pria itu dengan suara yang terdengar seperti gesekan logam. "Tutup semua lubang itu, dan kau akan membawa dunia tepat ke dalam genggamanku."