Dahulu, daerah Simo Angin-Angin masih berupa tanah kosong yang dipenuhi pepohonan. Udara di sana sejuk karena angin sering berembus, sehingga masyarakat menyebutnya Simo Angin-Angin.
Suatu sore, Mbah Wiryo melihat cahaya matahari berkilauan di antara pepohonan. Ia percaya bahwa tempat tersebut kelak akan menjadi kawasan yang ramai dan penuh kehidupan.
Waktu berlalu. Jalan dan rumah mulai dibangun hingga daerah yang dahulu sepi berubah menjadi sebuah perumahan.
Nama Kemilau Surya dipilih karena terinspirasi dari cahaya matahari yang indah dan berkilauan di tempat tersebut.
Kini, Perumahan Kemilau Surya, Simo Angin-Angin menjadi tempat tinggal banyak keluarga. Warga hidup berdampingan, saling mengenal, dan menjaga lingkungan agar tetap nyaman.
Kemilau Surya bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat tumbuhnya kebersamaan dan kenangan.