Waktu terus berjalan. Raka semakin dikenal sebagai siswa berprestasi. Ia selalu mendapat nilai terbaik di kelas dan sering mewakili sekolah dalam berbagai lomba akademik.
Selain belajar, Raka juga tetap rendah hati. Ia sering membantu teman-temannya yang kesulitan memahami pelajaran. Baginya, ilmu akan lebih bermanfaat jika dibagikan kepada orang lain.
Ibunya pun mulai berangsur sembuh dan kembali berjualan meskipun belum sekuat dulu. Melihat semangat Raka, Bu Sari merasa bangga dan semakin yakin bahwa anaknya akan berhasil.
Saat kelulusan SMP, Raka dinyatakan sebagai lulusan terbaik. Ia mendapatkan kesempatan melanjutkan sekolah ke SMA favorit di kota dengan beasiswa penuh.
Perjalanan menuju sekolah menjadi lebih jauh dan penuh tantangan, tetapi Raka tidak takut. Ia justru semakin yakin bahwa setiap langkah kecil akan membawanya lebih dekat pada impiannya.
Di SMA, ia belajar lebih keras dari sebelumnya. Banyak teman-temannya berasal dari keluarga berada, tetapi Raka tidak merasa rendah diri. Ia percaya bahwa usaha lebih penting daripada keadaan.
Setelah lulus SMA, Raka berhasil diterima di universitas negeri dengan jurusan pendidikan. Hari itu menjadi salah satu hari paling membahagiakan dalam hidupnya.