Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah hijau dan sungai yang jernih, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Raka. Ia tinggal bersama ibunya, Bu Sari, di sebuah rumah sederhana yang terbuat dari kayu. Ayah Raka telah meninggal dunia sejak ia masih kecil, sehingga ibunyalah yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Raka selalu membantu ibunya menyiapkan dagangan sayur untuk dijual ke pasar. Ia mengangkat keranjang, menyusun sayuran, dan mengantar ibunya sampai ke jalan besar. Walaupun hidup mereka serba kekurangan, Raka tidak pernah mengeluh. Ia justru semakin semangat untuk belajar agar suatu hari bisa mengubah nasib keluarganya.
Raka memiliki cita-cita besar, yaitu menjadi seorang guru. Ia ingin membantu anak-anak di desanya agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Menurutnya, ilmu adalah cahaya yang bisa mengubah kehidupan seseorang.
Di sekolah, Raka dikenal sebagai anak yang rajin, sopan, dan selalu membantu teman-temannya. Guru-guru sangat menyukainya karena ia tidak pernah menyerah dalam belajar meskipun keadaan hidupnya sulit.