Penulis: Annisa Putri Azzahra

Asal Usul Jimbaran Wetan


Jimbaran wetan adalah Dataran rendah wilayah barat tengah Kabupaten Sidoarjo, kecamatan Wonoayu, yang dikelilingi area persawahan dan perkampungan. Jimbaran wetan memiliki leluhur, sesepuh (dhanyang) yang dihormati. Leluhur tersebut adalah Mbah Gajah Garong dan Mbah untung. Mbah Gajah Garong diyakini sebagai salah satu tokoh babad alas atau sesepuh utama di desa Jimbaran wetan. Gajah garong dalam kultur lokal sering kali merujuk ada sosok kuat. Bertubuh besar atau penguasa wilayah pada masa lampau yang berhasil membuka lahan pedesaan.

Mbah Untung sosok leluhur lain. Yang makam atau punden nya dihormati oleh warga setempat, di wilayah Jimbaran wetan. Kedua figur ini (Mbah Gajah Garong dan Mbah Untung) merupakan sosok penting. Yang kiriman doanya selalu dipanjatkan oleh warga desa. Saat menggelar upacara adat tahunan Ruwah Desa (bersih desa). Sebagai wujud perhormatan atas dibukanya pemukiman yang mereka tinggali sekarang.

Jimbaran berasal dari kata dasar "Jimbar". Yang berarti luas, lapang, atau terhambat lebar. Nama ini disempatkan oleh para leluhur karena wilayah tersebut awalnya berupa hamparan tanah, hutan, atau area terbuka yang sangat luas dan subur. Untuk dijadikan pemukiman serta lahan pertanian. Ketika penduduk nya bertambah banyak wilayah tersebut dibagi menjadi dua. Sehingga lahirlah sisi Wetan (Timur) dan Kulon (Barat).