Menara yang Tak Pernah Lurus
Di tanah sunyi ia berdiri,
miring menantang waktu yang pergi,
tak tegak seperti mimpi manusia,
namun tetap kukuh menjaga cerita.
Angin datang membawa tanya,
mengapa tak lurus seperti lainnya?
Ia diam, seolah berbisik pelan,
“ketidaksempurnaan pun punya keindahan.”
Langit biru jadi saksi setia,
bayangannya jatuh tak biasa,
namun justru dari miringnya arah,
orang belajar arti tak menyerah.
Wahai menara yang tak pernah lurus,
kau ajarkan hati untuk tak pupus,
bahwa hidup tak harus sempurna,
untuk tetap berdiri penuh makna.