Kebijakan pemerintah di bidang pendidikan yang lain adalah adanya program wajib belajar sembilan tahun. Namun, apakah waktu sembilan tahun itu cukup bagi seorang pelajar untuk berhenti begitu saja, mengembangkan Salatiga sebagai kota yang tergolong kota maju? Kini, banyak lowongan kerja di perusahaan yang membutuhkan lulusan minimal D3 dan S1. Sedangkan, wajib belajar sembilan tahun hanya sampai SMP, lalu mau jadi apa generasi muda mendatang, jika generasinya hanya tamat SMP?
Sebagai pelajar di Salatiga, seharusnya kita lebih bisa mengembangkan daya pikir kita agar lebih mengedepankan pendidikan daripada persoalan yang tidak penting dan mungkin dapat menimbulkan masalah bagi kita. Jangan sampai dekadensi moral menimpa anak bangsa di Salatiga karena dampaknya sangat berpengaruh pada semangat belajar mereka dan cenderung siswa akan mulai melakukan hal-hal yang bersifat kriminal. Tentunya, hal itu dapat mencemari nama baik Kota Salatiga sebagai kota pelajar.
Saya sebagai pelajar yang menginginkan Salatiga menjadi kota yang maju dan ingin menciptakan suasana damai di kota ini. Salah satunya dengan memajukan kebudayaannya, dengan mengikuti pelatihan seni di sanggar seni. Itu telah membuktikan bahwa saya sebagai pelajar di Kota Salatiga mempunyai bakat yang harus dikembangkan serta diabdikan.
Selain hal-hal tersebut, kita juga bisa menyalurkan bakat serta kemampuan sehingga kita mendapatkan juara dalam berbagai event lomba di tingkat provinsi atau bahkan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan begitu, nama Salatiga juga bisa harum di kalangan publik.
Tidak hanya pelajar saja, para pemuda dapat memanfaatkan sampah-sampah berserakan yang tidak berguna lagi untuk di daur ulang. Meskipun kelihatannya jijik namun, proses tersebut dapat membuahkan hasil bagi para mahasiswa. Dengan kondisi yang ada sekarang, kita harus jadikan diri kita bersahabat dengan lingkungan jika kita ingin lingkungan juga bersahabat dengan kita.
Generasi yang kreatif dan inovatif diperlukan untuk membangun Salatiga. Salatiga ke depan adalah menjadi tanggung jawab generasi muda, maka kobarkan terus semangat belajar kalau kita saat ini sebagai pelajar atau mahasiswa. Dengan adanya tekad dan semangat yang tinggi maka Salatiga akan menjadi kota yang diperhitungkan tidak hanya di tingkat lokal, namun di tingkat nasional, bahkan tingkat internasional. Mari secara bersama-sama kita bangun Salatiga dengan potensi masing-masing agar akselerasi di bidang pembangunan di berbagai bidang kehidupan dapat segera terealisasi. Kita berharap semua komponen bangga terhadap kota tercinta ini. Bentuk kebanggaan ini bisa diwujudkan dengan berbagai apresiasi positif melalui profesi masing-masing.