Penulis: Malika Arsy Raihanun

Bersepeda bersama Teman-teman di sore hari


Sore hari pukul lima, langit di Desa Melati mulai berwarna jingga. Arga, seorang siswa kelas sembilan, mengayuh sepedanya menyusuri jalan desa bersama sahabatnya, Rafi dan Nisa. Arga dikenal sebagai anak yang sabar, ramah, dan selalu peduli pada teman-temannya. Bersepeda di sore hari sudah menjadi kebiasaan mereka sejak lama.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu Dimas, seorang anak yang terkenal sombong dan suka meremehkan orang lain. Dimas juga bersepeda, tetapi ia sengaja memacu sepedanya dengan kencang dan memotong jalur Arga.

“Hati-hati dong! Jalannya milik sendiri ya?” ejek Dimas dengan nada mengejek.

Arga hampir terjatuh, namun ia tetap tenang. “Pelan-pelan saja, Dim. Jalan ini untuk bersama,” jawab Arga dengan sabar. Rafi tampak kesal, tetapi Arga menahannya agar tidak terjadi pertengkaran. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju taman desa.

Tak lama kemudian, terdengar suara sepeda jatuh. Ternyata Dimas terjatuh karena rantai sepedanya lepas. Wajahnya tampak panik dan kesakitan. Tanpa ragu, Arga menghampiri dan membantu memperbaiki rantai sepeda Dimas, meskipun sebelumnya ia telah diejek.

Dimas terdiam dan menunduk malu. “Maafkan aku, Arga. Aku terlalu sombong,” ucapnya pelan. Arga tersenyum dan mengangguk. Sore itu mereka duduk bersama di taman desa, menikmati matahari yang perlahan tenggelam.

Sejak kejadian itu, Dimas berubah menjadi lebih ramah dan tidak lagi bersikap semena-mena kepada orang lain.

Amanat / Pesan Moral:

Kesabaran dan kebaikan hati dapat mengubah sikap seseorang. Bersikap baik kepada orang lain, meskipun diperlakukan tidak menyenangkan, akan membawa kebaikan di kemudian hari.