Demon Slayer Child Prodigy
Kehidupan awal dimulai dari kisah seorang anak kembar, Bernama Yoriichi Tsugikuni, dan juga Michikatsu Tsugikuni.
Mereka terlahir kembar, tetapi di desa mereka ada sebuah mitos tentang anak kembar adalah sebuah pembawa sial, apalagi sejak lahir, Yoriichi sudah berbeda.
Ia memiliki tanda pemburu iblis di dahinya dan lahir dengan Mata Dunia Tembus Pandang, yang membuatnya bisa melihat aliran darah dan otot makhluk hidup, bahkan iblis. Karena keunikannya ini, ayahnya menganggap Yoriichi sebagai pertanda buruk, membuat ayahnya, Shigehiro Tsugikuni, merasa bahwa ia adalah
aib, dan tidak ingin membunuh Yoriichi, tetapi ingin mengucilkan dia dengan menyuruh dia menjadi biksu di umur 10 tahun
Tetapi kakaknya, Michikatsu tsugikuni, sangat perhatian dengan dia, dan juga ia memberikan hadiah untuknya, yaitu sebuah seruling.
“Ini untuk mu, adikku, aku beri ini untuk hadiah mu.” ujar Michikatsu
Yoriichi menerima hadiahnya, dan memberikan senyumannya yang jarang terlihat darinya, tetapi itu semua berubah ketika Kakaknya Michikatsu mengetahui kebenaran, kalau Yoriichi sebenarnya lebih baik darinya.
Yoriichi pernah berlatih dengan ahli pedang dewasa, tetapi yoriichi bisa mengalahkan nya dengan mudah, membuat kakaknya menjadi iri dan dengki, ia selalu mengira bahwa adiknya sangat manja dan selalu menempel dengan ibunya, tetapi saat kakaknya mendengar keluhan ibunya kalau badan sebelah kiri ibunya sakit, dia menyadari kalau adiknya sebenarnya menopang tubuh ibunya yang melemah.
Suatu hari saat yoriichi berjalan di sore hari, ia melihat seorang perempuan sedang menangis, bernama Uta, ia menatap yoriichi dengan mata penuh harapan, dan yoriichi pertama kali merasakan cinta.
Akhirnya mereka pun sudah dewasa dan mereka berdua menikah, kakaknya Michikatsu dan juga Yoriichi dengan Uta, ia hidup harmonis dan damai, apalagi Uta sudah mengandung anak, mereka berdua sangat gembira dan tidak sabar menunggu anaknya lahir dan memiliki keluarga yang harmonis, Yoriichi pergi dari rumah untuk bekerja, dan saat pulang, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang kesusahan membawa sesuatu, yoriichi berbaik hati dan membantunya hingga matahari terbenam.
Yoriichi pulang dengan tergesa-gesa, karena sudah malam, ia pun datang terlambat, dan saat ia membuat pintu, ia terkejut dengan apa yang ia lihat, istrinya dan anaknya tewas dibunuh, potongan nya sangat tidak tertata, seperti serangan iblis, Yoriichi sangat patah hati dan putus asa, ia pun memiliki tujuan baru.