Sore itu udara terasa sejuk, langit cerah tanpa awan. Rafi duduk di bawah pohon mangga di halaman rumahnya sambil menata mainan mobil-mobilan. Halaman itu cukup luas, ada rumput hijau, ayunan kecil, dan beberapa pot bunga milik ibunya yang tersusun rapi di pinggir tembok. Tak lama kemudian, dua sahabatnya, Dinda dan Bima, datang sambil membawa bola. Mereka tersenyum lebar dan segera menghampiri Rafi.
Dinda: "Hai, Rafi! Main yuk!"
Rafi: "Ayo Halamanku luas, kita bisa main bola di sini!"
Bima: "Setuju! Tapi yang kalah nanti jadi penjaga gawang, ya."
Mereka pun sepakat dan mulai bermain dengan riang gembira. Tawa mereka terdengar sampai ke dalam rumah, menemani suasana sore yang hangat.
Permainan berjalan seru. Rafi dan Dinda bergantian menendang bola ke arah Bima yang menjadi penjaga gawang. Mereka tertawa setiap kali ada yang gagal menendang atau terjatuh di rumput. Namun, tiba-tiba Rafi menendang bola terlalu keras. Bola itu melesat ke arah pot bunga ibu dan pot itu pecah berkeping-keping.
Dinda: "Aduh! Potnya pecah!"
Bima: "Wah, gawat nih! Nanti dimarahi ibu Rafi."
Rafi: "Ya ampun... aku nggak sengaja kok."
Beberapa detik kemudian, Ibu Rafi keluar dari dapur.
Ibu: "Anak-anak, ada apa ini?"
Rafi: (menunduk) "Maaf, Bu... tadi kami main bola, terus nggak sengaja kena pot bunga."
Ibu: (tersenyum lembut) "Tidak apa-apa, Nak. Yang penting kalian mau bertanggung jawab.
Sekarang bantu Ibu bersihkan, ya."
Bima: "lya, Bu. Kami akan bantu."
Dinda: "Maaf ya, Bu, kami nggak hati-hati tadi."
Setelah itu, mereka bertiga bekerja sama membersihkan pecahan pot dan menyapu halaman hingga rapi kembali. Ibu Rafi kemudian memberi mereka segelas jus jeruk dingin.
Ibu: "Nah, ini hadiah buat kalian karena sudah jujur dan mau memperbaiki kesalahan."
Rafi: "Terima kasih, Bu!"
Bima: "Besok kita main yang lain aja, ya, jangan bola lagi."
Dinda: (tertawa) "Setuju! Kita main petak umpet aja."
Rafi: "Boleh banget! Tapi nanti yang kalah harus nyanyi, ya!"
Mereka pun tertawa bersama menikmati jus jeruk sambil duduk di bawah pohon mangga. Hari itu menjadi sore yang menyenangkan dan penuh pelajaran bagi mereka semua.
Amanat: Bermain bersama teman sangat menyenangkan, tetapi kita harus berhati-hati