Felisha adalah remaja yang gemar membaca komik dan bermain komputer. Ia jarang berprestasi di sekolah dan sering diabaikan ibunya. Suatu malam, ia mendengar ibunya berdoa lirih dari balik pintu kamar.
"Ya Allah, jadikanlah anak hamba ini berguna dan membanggakan orang tuanya." ucap ibu Felisha, mendengar itu, Felisha terdiam. Ia berbisik pada dirinya sendiri
"Aku harus berubah, aku ingin ibu bangga padaku." ucap Felisha, sejak malam itu, tekadnya tumbuh untuk mencari sesuatu yang bisa ia kuasai.
Keesokan harinya, Felisha melihat anak kecil di TV menjadi gitaris terbaik di Eropa.
"Anak SD saja bisa, kenapa aku nggak?" ucap Felisha bersemangat.
Ia mulai belajar gitar lewat internet dan berlatih setiap hari. Setelah berbulan-bulan, ia memberanikan diri ikut audisi pemain gitar. Namun hasilnya mengecewakan- ia gagal berkali-kali.
"Huh! Aku benci gitar!" teriaknya frustasi.
Tak menyerah, ia mencoba drum, tapi malah memecahkan alatnya dan diminta ganti rugi. Ia pun berkata kesal,
"Pokoknya aku nggak mau main drum lagi!" ucap Felisha.
Kegagalan demi kegagalan membuat Felisha hampir menyerah. Namun suatu hari, ia membaca artikel bertuliskan,
"Gagal itu jalan menuju berhasil." Ia tersenyum kecil dan berkata,
"Mungkin aku memang belum menemukan jalanku." ucap Felisha.
Ia pun mencoba bermain bass, tetapi nasib buruk menimpanya, tali bass putus dan mengenai jarinya hingga bengkak parah. Sejak itu, ia tak bisa bermain lagi. Meski begitu, saat menonton konser penyanyi difabel di TV, Felisha meneteskan air mata.
"Anak cacat saja bisa berprestasi. Aku yang sehat ini, kenapa berhenti?" ucap Felisha pelan.
Tangannya memang tak sempurna lagi, tapi semangatnya untuk menjadi kebanggaan ibunya tak pernah padam.
~TAMAT~