Di pagi hari yang cerah, Rukia bangun dari tidur yang nyenyak dan merapikan tempat tidur. Rukia bersiap untuk mandi, tetapi dia lupa untuk menyiapkan bajunya. Setelah menyiapkan baju, Rukia pergi mandi, entah kenapa saat itu airnya dingin sekali saat membasuh wajahnya. Setelah mandi dia menjadi wangi dan rapi, dia menuju dapur saat melihat mamanya sedang membuat sarapan.
"selamat pagi, mah! ada yang bisa ku bantu? aku mau bantu mamah!" kata Rukia dengan semangat pagi. Ibunya tersenyum dan menyuruh Rukia untuk membantu beliau memotong bahan-bahan masakan.
"semangat sekali kamu hari ini, anakku yang cantik. kamu juga wangi banget, pasti mau main sama teman-teman kamu ya?" puji dan tanya ibunya dengan senyuman serta nada yang lembut. Rukia mengangguk sembari masih memotong bahan-bahan, mereka bergurau dan memasak bersama di dapur. Setelah Rukia selesai memotong, Rukia bertanya dan ingin membantu lagi, sedangkan ibunya menyuruh Rukia untuk menunggu saja di ruang makan. Akhirnya Rukia menurut dan menuju ruang makan untuk menunggu, dan dia melihat kedua adiknya sedang berebut mainan.
"heh, udah udah! kok masih pagi gini udah rebutan mainan aja, kamu kan juga udah kelas 5!" tegur Rukia untuk salah satu adik laki-lakinya yang sudah duduk di kelas 5. Adiknya pun meminta maaf kepada Rukia karena telah membuat keributan, dan akhirnya mereka bermain bersama di ruang makan sembari menunggu sarapan siap untuk dihidangkan. Setelah menunggu seperti bertahun-tahun lamanya bagi Rukia yang lapar akan masakan dari ibunya yang sangat enak, sarapan pun siap dihidangkan. Rukia membantu ibu untuk membawa sarapan itu me meja makan, kedua adiknya dan ayah sudah menunggu di kursi sembari ayah menata alat makan. Mereka makan bersama dengan bergurau ceria, serta bersenang-senang dengan bercerita sesuatu yang seru. 1 jam kemudian setelah sarapan, ada yang mengetuk pintu depan rumah Rukia.
"Rukiaa, halo Rukiaa! ayo main yuk, mumpung hari ini cerah banget! ayo main di taman sama teman-teman!" seru seseorang dengan gembira, dan ternyata itu adalah suara salah satu teman Rukia. Rukia berlari ke kedua orang tuanya yang sedang bersantai di balkon sambil meminum kopi, Rukia datang dengan tersengal-sengal serta memberi kedua orangtuanya senyuman yang ceria.
"Ayah, Ibu, aku mau main! Aku izin main dulu ya, enggak lama kok. Aku nanti pasti pulang!" serunya dengan semangat pagi, ayah pun menggelengkan kepala sembari terkekeh kecil karena tingkah anak gadisnya yang sangat bersemangat itu. "Beneran ya... nanti harus pulang loh, Ibu khawatir banget sama kamu." kata ibu, ibu mengelus kepala Rukia dengan lembut. Rukia mengangguk dan salim dengan kedua orangtuanya untuk izin pergi bermain. Rukia langsung menuju ke arah pintu depan untuk keluar dari rumah, dia langsung bergabung dengan teman-temannya yang sudah menunggu.