Penulis: Shaqira Prayudya S

Laut,senja dan kamu


Ia tersenyum memperhatikanku, tangannya dengan lembut mengusap kepalaku. "Laut tidak se-menakutkan itu kan?" tanyanya. Aku menggeleng cepat. "Masih menakutkan. Masih membuatku gemetar, tapi ini bukan masalah. Aku percaya laut tidak menyeramkan sebab kamu disini."

 

Ia memegang sebelah tanganku, menautkan jari jemari kami satu per satu. Ia menatapku dalam kemudian tersenyum penuh arti.

 

Ia mengajakku duduk di tepi pantai setelah sebelumnya aku asik merendam kakiku di air laut yang awalnya selalu jadi alasan dibalik rasa takutku.

 

"Kamu tahu tidak bahwa kamu sudah melakukan hal yang hebat?" tanyanya sembari merapikan jilbabku yang tertiup angin.

 

"Apa?"

 

"Kamu sudah berhasil mengatasi rasa takutmu, kamu sudah berhasil melawan hal itu. Luar biasa!"

 

Aku tersenyum. "Mengapa kamu selalu mengapresiasi semua hal kecil yang aku lakukan?"

 

"Ku rasa perempuan adalah seorang anak kecil, ia perlu diapresiasi agar sadar bahwa ia mampu melakukan sesuatu."

 

Lagi-lagi aku tersenyum, ku sandarkan kepalaku dibahunya menatap langit biru yang sudah berubah menjadi jingga.

 

"Apakah senja akan selalu indah nantinya jika ku lihat tanpamu?" tanyanya.

 

"Selalu. Senja akan selalu indah dilihat denganku atau dengan siapapun itu, yang berbeda adalah rasanya."

 

Ia terdiam sejenak. "Rasanya?" tanyanya lagi.

 

Aku mengangguk. "Indah itu pasti. Tapi, rasa bahagia ketika melihatnya belum tentu datang. Karena, melihat senja bersama orang yang kita cinta itu mendatangkan kebahagiaan kan? Jika tanpanya, apa akan tetap membahagiakan?"

 

"Lho, apa maksudmu kamu adalah orang yang aku cintai?"

 

Aku duduk tegak dan menatap ke arahnya dengan wajah kesal. "Jadi tidak?"

 

Ia tertawa gemas dan menarik hidungku. "Menggemaskan! Sudah ku buktikan masih saja butuh validasi. Aku mencintaimu, anak kecil. Sangat!"

 

Aku tersenyum dan kembali menyandarkan kepalaku di bahunya ketika matahari mulai terbenam menandakan hari akan segera berakhir.