Penulis: 9HEROIC

TERAS SEKOLAH


“Eh, kalian udah ngerjain tugas Pak Dimas belum?” tanya Rani sambil menjatuhkan tubuhnya ke bangku panjang di teras sekolah.

“Belum lah, siapa yang mau ngerjain?” jawab Dimas sambil tertawa, disambut lemparan tatapan protes dari yang lain.

“Udahlah, mending kita santai dulu. Anginnya enak banget,” sahut Lala sambil mengibas rambutnya.

 

Di teras sekolah yang teduh itu, lima remaja—Rani, Dimas, Lala, Fajar, dan Niko—menghabiskan waktu istirahat dengan canda tawa. Suara mereka bercampur dengan gemerisik daun dan langkah siswa lain yang lalu-lalang. Teras yang biasanya dipakai untuk menunggu guru tiba-tiba berubah jadi tempat paling nyaman di sekolah.

 

Mereka saling menggoda satu sama lain, dari hal sepele sampai yang bikin wajah memerah. Dimas menggoda Fajar soal gebetannya, sementara Rani tertawa sampai menepuk-nepuk meja. Niko sibuk memvideo mereka, berjanji akan menjadikan momen itu sebagai “dokumentasi persahabatan terbaik abad ini”.

 

Tanpa mereka sadari, waktu berlalu cepat. Bel masuk terdengar, memecah keriuhan kecil itu. Namun sebelum bangkit, mereka saling berjanji untuk tetap ngumpul di teras yang sama setiap hari, karena di sanalah tawa mereka terasa paling jujur dan persahabatan terasa paling dekat.