Penulis: Jasmine khirana dewi larasati

Bab 1 - Melewati Hari Minggu


MELEWATI HARI MINGGU

Di hari minggu yang cerah sekitar jam 09.30 sebuah remaja cantik bernama Laurencia kalian bisa memanggilnya Lauren atau bisa juga Lau. Ia yang tidur- tiduran di kamarnya dan bengong memikirkan

“minggu ini ga ngapa-ngapain, mau keluar juga sama siapa?” ucap Laurencia dalam hati

 dan tidak lama setelah itu Caroline (teman Laurencia) tiba-tiba mengirim pesan yang berisi

“ Lau free ga?, bisa ga ikut aku keluar mau nonton film yang baru tayang itu lo di bioskop” ucap Caroline 

“Oualah boleh-boleh ayoo, mau nonton film apa emang?” jawab Laurencia 

“Nonton film Panggil Aku Ayah aja” ucap Caroline 

/ Caroline mengirim foto

“Okee gass kayaknya bagus, jemput aku yaa” ucap Laurencia 

“okeii siap, ku jemput sekitar setengah 12 an

"ya” jawab Caroline 

“okeii” jawab Laurencia 

Laurencia pun langsung menyiapkan baju terlebih dahulu dan setelah itu Laurencia pun bergegas untuk mandi, dan setelah mandi Laurencia memakai baju dan berdandan

Dan di sekitar jam 11.23 Caroline sudah sampai di rumah Laurencia 

“Assalamu’alaikum, Lauren” ucap Caroline 

“Wa'alaikum salam, eh Caroline nyariin

 Lauren ya” jawab ibu Laurencia 

“Ehh iya bu, Lauren nya dimana?” ucap Caroline

Tidak sempat ibu Laurencia menjawab tiba-tiba Laurencia pun datang 

“Eh udah sampe Car, lama ga nunggunya?” ucap Laurencia 

“ Engga ko Lau barusan nyampe” jawab Caroline

“Yaudah deh, ayo berangkat” ucap Laurencia

Dan mereka pun salim kepada Ibu Laurencia 

“Bu kita berangkat dulu ya, Assalamu’alaikum 

dadah” ucap Caroline dan Laurencia 

“Iyaa wa’alaikum salam, hati-hati” jawab ibu Laurencia

mereka pun berangkat dibonceng Caroline

Saat diperjalanan tiba-tiba di spedometer sepeda Caroline bensinnya kedip-kedip

lalu 

“ Eh Lau ke pom bensin dulu yak mau beli bensin, bensinnya tinggal dikit” ucap Caroline 

“ Wokei” ucap Laurencia

Sesampainya di pom bensin mereka pun mengantri, tidak lama kemudian pun giliran mereka dan pada saat membayar

“Pake uang ku aja Car” ucap Laurencia 

“Eh gausah Lau, lagian ini juga sepedaku” jawab Caroline 

“Apaan si Car, aku kan juga ikut naik masa ga ikut bayar” ucap Laurencia 

Mas mas pom bensin pun bingung 

“Jadi, siapa yang bayar nih mbak?, yang belakang pada nungguin, jangan lama-lama” saut mas pom bensin

“Tuh kan Car, udah pake uang aku aja, maaf ya mas jadi lama” ucap Laurencia 

Laura pun membayar uang bensin

“iyaa deh, makasih ya Lau” jawab Caroline 

Mereka pun melanjutkan perjalanan untuk ke mall

Sesampainya di mall mereka pun ingin memparkirkan sepeda tetapi tidak ada parkiran yang kosong

“Waduh gimana nih Lau, anjir banget nih parkiran gaada yang sepi, panas banget lagi” ucap Caroline dengan emosi

“Udah turun aja Car biar aku aja yang cari” jawab Laurencia 

“gapapa nih?” ucap Caroline 

“Iyaa gapapa dong, kaya sama siapa aja 

deh” jawab Laurencia 

Lalu tidak lama setelah itu ada sepeda yang juga keluar dan Laurencia pun langsung memparkirkan sepeda Caroline

setelah sudah Laura pun menghampiri Caroline yang sedang berdiri di bawah pohon agar tidak kepanasan

“Udah Car, Ayoo masuk” ucap Laurencia

“Iyaa deh, ayoo” jawab Caroline 

Mereka pun masuk ke mall dan segera ke lantai atas untuk membeli tiket

Saat membeli tiket

“mau nonton film apa kak?” ucap kasir bioskop 

“ mau nonton Panggil Aku Ayah kak” Jawab Laurencia 

“ Okei nonton film Panggil Aku Ayah ya di jam 13.00, untuk berapa orang kak?” ucap kasir bioskop

“Okei kak, Untuk dua orang ya kak” jawab Laurencia 

“Ngga sekalian sama popcorn nya nih kak?” ucap kasir bioskop 

“ Ouh boleh kak, yang paket medium ya” jawab Laurencia 

“ Okei baik, nanti diambil ya saat mau 

nonton” ucap kasir bioskop

“ Okei kak” jawab Laurencia 

Saat itu jam sedang menunjukan pukul 11.58karena tidak mungkin menunggu di tempat bioskop akhirnya Caroline pun mengajak ke bawah untuk mencari makan

“Lau cari makan yuk laper” ucap Caroline 

“ayok, kemana emang?” jawab Laurencia

“ Gatau deh nyari aja di bawah” ucap Caroline 

“okee deh, skuyy” jawab Laurencia 

Mereka pun mencari tempat makan di lantai bawah dan akhirnya menemukan tempat makan yang cocok yaitu solaria,mereka pun memilih makanan nasi goreng dan minuman es teh , lalu di pukul 12.40 mereka pun naik ke lantai atas karena sebentar lagi akan segera dimulai saat sampai di bioskop 

“Eh Car ikut aku ke toilet bentar, kebelet

 BAK” ucap Laurencia

“Yaudah ayo deh” ucap Caroline 

Caroline pun mengantar Laurencia ke toilet untuk BAK lalu Caroline melihat cermin di toilet dan mengeluarkan hp

 “sebagai cewe kalo di toilet ngga mirror bukan cewe kan hehehe” ucap Caroline dengan suara yang kecil dan tertawa

tidak lama kemudian Laurencia pun selesai BAK dan melihat Caroline sedang foto mirror, Laurencia pun ikut foto dengan Caroline 

“Cisss” ucap mereka berdua

mereka pun berfoto di toilet lalu jam menunjukan pukul 12.50 mereka pun kembali ke kasir dan mengambil paket popcorn yang tadi mereka pesan serta masuk ke studio 1 lalu crew pun mengecek tiket mereka,mereka pun duduk di tempat duduk yang telah mereka pesan dan menonton film sambil memakan popcorn. 

 

Filmnya sangat seru dan lucu di awal karena pemeran anak kecil yang bernama Intan atau biasa disebut Pacil dan seorang rentenir bernama Dedi Kosasih dan Tatang Suratang. Tapi di durasi tengah sampai mau akhir filmnya menjadi sedih karena ibu kandung Intan meninggal dan Intan harus dikembalikan ke ayah kandung yang menghilang dari Intan kecil dan baru muncul saat Intan dewasa, Mang Dedi(rentenir yang mengasuh Intan sedari kecil hingga dewasa) mengantar Intan bertemu Dengan Ayah kandung Intan ke restoran tempat janjian ayah kandung Intan, Intan pun bertemu ayah kandungnya, setelah mengantar Intan ke restoran Mang Dedi pun langsung pulang ke rumah. Lalu tidak 

lama kemudian Intan menelepon mang Dedi untuk menjemputnya di restoran karena Intan tidak mau ikut dengan ayah kandungnya yang paling mengharu kan adalah setelah sekian lama Intan memanggil Mang Dedi di ganti dengan sebutan

Ayah, satu bioskop pun terharu dan ada yang sampai menangis, lalu di saat perjalanan mang Dedi menjemput Pacil(Intan) mang dedi kecelakaan tabrak lari dan hilang ingatan dan dari kejadian itu mang dedi hilang entah kemana dan ketika Intan menjadi Dokter ada seseorang yang menghubungi ia yang mengabarkan kalau mang Dedi ketemu.

 

Film pun selesai di jam 15.00 dan Setelah menonton film tersebut mata Laura dan Caroline berkaca-kaca 

“Ih sedih banget filmnya” ucap Caroline 

“Eh iyaa padahal di awal Lucu” jawab Laurencia

“Eh iya Lau ikut aku ya di toko manik-manik pengen buat gelang” ucap Caroline 

“iyaa deh, ayoo Gabut juga di rumah ga ngapa ngapain” jawab Laurencia 

Mereka pun ke toko manik-manik untuk membeli bahan-bahan membuat gelang 

Setelah membeli Manik-manik 

“Eh aku aku pengen beli jajan” Ucap Laurencia 

“Eh iyaa gasii, Ayoo ke pasar Jimbaran mau beli kebab sama es teh, kayaknya seger” jawab Caroline 

“Gasss, pengen kebab juga, baru mau ngajak beli kebab sama es” ucap Laurencia 

Mereka pun pergi ke pasar Jimbaran untuk membeli jajanan saat itu sudah qiro’at magrib dan mereka baru memesan kebab 

setelah selesai membeli kebab dan jajanan lain mereka pun pulang dan Caroline mengantar Laura ke rumah 

“ Wah uda pulang, main dari siang sampe malem, gimana seru gaa?” sambut ibu Laurencia 

"Wahh,seru banget dong bu” jawab Caroline dan Laura sambil salim ke ibu Laurencia

“Ngga mampir dulu nak Car?” ucap ibu Laurencia 

"Engga bu mau langsung pulang aja hehehe” jawab Caroline 

 

“Oualah yaudah nak hati-hati ya” ucap ibu Laurencia

“Iyaa bu amann” jawab Caroline sambil salim ke ibu Laurencia 

Caroline pun pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari rumah Laurencia 

 

-SELESAI