Penulis: Syahrul ridwan

BAB 1 TAWA DI TENGAH HUJAN


Siang itu, langit di sekolah SPENIWA tampak mendung. hujan turun deras, menimbulkan genengan di depan kelas IX-D. di dalam kelas ada, baim, nando, rasya, menatap hujan dan tampak bosen dari wajah mereka. Suara hujan yang sangat deras membuat saya dan teman teman ingin bermain hujan di depan kelas IX-D.

 

       Tidak lama, halaman depan kelas IX-D berubah jadi tempat bermain. karena lantai teras yang licin terkena air hujan, lalu baim dan nando meluncur ke lantai teras seperti lagi bermain perosotan. semua langsung tertawa keras, "wah, lantainya bisa jadi perosotan gratis" kata baim. keseruan itu berubah menjadi tegang dan panik ketika guru datang. Bu dyah datang lalu terkejut, "Anak anak kalian mau sakit?" kata bu dyah dengan nada marah. saya dan teman teman, baim, nando, rasya berdiri tegak dan takut dimarahin.

 

     Untungnya, bu dyah tidak terlalu marah. beliau hanya terkejut dan tersenyum tipis. "Ya sudah, cepat keringkan baju kalian", kata bu dyah dengan nada lembut. saya dan teman teman pun masuk kelas sambil tertawa dan lega karena tidak di marahin, anak anak masih mengingat aksi lucu tadi. baim berbisik "walau basah, hujan hujan hari ini sangat seru banget". semua sepakat, "kadang hujan bukan membawa dingin, tetapi

juga membawa kenangan yang tidak bisa dilupakan suatu hari nanti".