Penulis: Fitri Nur Ramadhani

Naella, Ibu, dan Semur Daging


Pada hari Kamis, tanggal 04 September 2025, sekolah Naella mengadakan pembelajaran secara daring. Pada hari itu, Naella dapat tugas dari guru Prakarya nya untuk membantu orang tua memasak olahan daging. Ia segera memberi tahu kepada Ibunya,

   "Bu, aku ada tugas Prakarya, tugasnya harus membantu Ibu buat masak olahan daging," ujar Naella.

   "Oh iya? Apa harus pakai daging tertentu?" tanya Ibunya penasaran.

   "Umm.. nggak kok Bu, boleh pakai daging apa aja. Misalnya daging ayam, sapi, bebek, atau daging unggas lainnya," jawab Naella.

   "Oke, kalau gitu tolong belikan bahan-bahannya di warung ya! Uangnya ada di dompet Ibu," sahut Ibunya.

   "Siap buu!" seru Naella dengan semangat.

 

Naella segera bergegas mengambil uang dan berlari menuju toko. Namun di tengah perjalanan, ia tersadar bahwa Ibunya tidak menyebutkan bahan apa aja yang harus ia beli. Ia segera berlari pulang untuk menemui Ibunya.

 

   "Ibu, Ibu, Ibuu!" teriak Naella dengan tergesa-gesa.

   "Kenapa sayang? Ada apa nak?" tanya Ibunya bingung.

   "Emangnya kita bakalan buat makanan apa Bu? Apa aja bahan-bahannya?" ujar Naella dengan napas terengah.

   "Kita buat Semur Daging aja Nak. Bahan-bahannya ada cabai, jahe, tahu, dan kemiri. Bahan-bahan lainnya udah ada di dapur," jelas Ibunya.

   "Oke oke, siap Bu. Naella pergi dulu ya!" sahut Naella sambil berlari lagi.

 

Di toko, Naella sempat ragu saat melihat banyak orang yang sedang mengantri. Ia jujur sedang malas mengantri, tetapi ia bertekad untuk sabar demi tugas Prakarya-nya. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya ia keluar dari toko dengan kantong kresek berisi belanjaan. Sesampainya di rumah, ia langsung menemui Ibunya di dapur.

 

   "Ibu, Naella udah dapat bahan-bahannya. Totalnya 17.000," ujar Naella.

   "Iya, bawa ke sini bahan-bahannya," sahut Ibunya.

 

Naella mengantar bahan-bahan itu ke arah Ibunya. Sementara ia pergi belanja, Ibu sudah menyiapkan bahan-bahan lain yang ada di rumah agar lebih cepat memasak. Kini, Naella diminta untuk memotong cabai dan tomat, sementara Ibunya memotong daging sapi berukuran kecil-kecil.

 

   "Oh iya Bu! Aku baru inget, di dalam tugasnya tercatat kalau kita harus mengfoto saat memasak bersama, saat hidangan siap, dan saat makan hidangan bersama," ujar Naella.

   "Itu mah gampang. Kita foto sekarang saja. Kamu foto sambil bawa hasil potongan cabai dan tomatmu, sedangkan Ibu membawa potongan daging sapi," sahut Ibunya.

   "Oiyaa, Ibu pintar ya ternyata, hehe," jawab Naella sambil tertawa kecil.

 

Mereka pun berfoto sesuai saran Ibunya, lalu melanjutkan proses memasak. Akhirnya, semur daging selesai pada pukul 14.50. Ibu menyarankan Naella untuk mandi terlebih dahulu agar terlihat lebih segar di foto.

 

Setelah 7 menit, Naella keluar dari kamar mandi dengan wajah dan tubuh segar. Ia segera menghampiri Ibunya.

 

   "Bu, aku udah siap," ujar Naella.

   "Iyaa nak, mau foto di mana?" tanya Ibunya.

   "Di ruang tamu aja Bu, biar cahayanya pas dan nggak terlalu gelap," jawab Naella.

 

Mereka pun pergi ke ruang tamu untuk berfoto dengan hidangan semur daging. Tibalah giliran foto terakhir, yaitu foto saat makan bersama.

 

   "Ah, ayo kita pura-pura bersuap-suapan biar kelihatan romantis, hehe," usul Naella.

   "Dasar anak sekarang... oke, oke, ayo," sahut Ibunya.

 

Namun, saat mereka berpose, Ibu tiba-tiba tertawa melihat ekspresi lucu Naella.

 

   "Hahaha, Ibu nggak kuat lihat wajahmu nak," ujar Ibunya sambil terpingkal.

  "Ihh Bu! Aku juga jadi ketawa nih," jawab Naella, ikut tertawa.

 

Suasana berubah jadi penuh tawa. Mereka tertawa bersama selama beberapa menit. Akhirnya, dengan wajah memerah karena terlalu banyak tertawa, mereka memutuskan segera berfoto. Hasil fotonya justru terlihat gemas, Naella berpose menyuapi Ibunya dengan pipi menggembung menahan tawa, sedangkan Ibunya pura-pura makan dengan ekspresi bahagia.

 

"Akhirnya selesai juga Bu... Ibu sih dari tadi ketawa terus, aku jadi ikut-ikutan," ujar Naella.

   "Gapapa nak, justru itulah hal indah dari proses ini, hahaha," jawab Ibunya.

 

Setelah menyelesaikan semua foto, Naella masih punya tugas akhir. Yaitu, mengedit di Canva. Ia masuk ke kamar, berbaring di kasur, lalu bergumam pada dirinya sendiri,

 

  "Huh, akhirnya... tapi aku masih punya tugas akhir. Yaudah lah, kerjain sekarang aja biar cepet selesai," ujar Naella.

 

 

Ia pun mulai mengedit di Canva tentang alat dan bahan, proses memasak, dan menyertakan foto-foto bersama Ibunya. Setelah selesai, ia segera mengirimkan hasil tugasnya ke grup kelas Prakarya. Ia pun merasa lega dan bangga karena berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu.