awal pertemuan dengan permata hati.
Di sebuah kerajaan lumireth,
terdapat sebuah keluarga kerajaan. Terlihat kerajaan itu sangat aman tentram dan damai. Anggota keluarga kerajaan Lumireth terdiri dari Raja Daret, Ratu Veloria serta anak tunggal mereka
yaitu pangeran Arion. Ia memiliki rambut coklat gelap yang pendek. Postur tubuh yang kuat, menyamai sifatnya yang tegas dan kuat. Hidung yang mancung dan rahang yang tajam, serta tatapan mata yang tajam berwarna hitam pekat.
Mahkota Emas dengan permata merah di tengah-tengahnya menandai bahwa ialah yang pangeran bangsawan di wilayah kerajaannya.
Suatu hari, kerajaan mengadakan suatu pesta. Semua orang berdansa dengan bergembira. Sang pangeran berdiri di lantai atas, memasang raut wajah yang tak senang. Ia benci kerumunan, ia lebih senang untuk menghabiskan waktunya untuk menyendiri. Namun, seolah waktu berhenti sejenak saat ia melihat seseorang di antara kerumunan itu. Rambut hitamnya tergerai di bahunya, matanya berwarna biru laut. Kulit yang putih bagaikan awan, dipadukan dengan postur wajah yang sempurna. Hidung kecil, bibir merah muda dan rona pipi yang tidak seberapa merah. Tangan yang lentik bertumpu di gaun sutranya yang elegan dan berwarna biru muda dengan gradasi biru tua di ujung. Mahkota nya menghiasi rambut indahnya, dengan cahaya di ruang dansa yang membuat ia makin bersinar.
Ya, itu adalah putri Clareta dari kerajaan Leonux, putri Clareta terkenal di kalangan Masyarakat sebagai putri yang dermawan, cantik dan baik hati. Di ruang dansa putri Clareta terlihat menyendiri, ia tak sadar bahwa ada seseorang yang memperhatikannya dari jauh yaitu Pangeran Arion. Pangeran Arion terlihat tertarik untuk mendekati Putri Clareta. pangeran Arion pun turun dari lantai atas melewati anak tangga. Pangeran Arion pun mendekati Putri Clareta.
Clareta pun sontak terkejut atas kehadiran sang Pangeran, mereka saling bertatap mata, entah bagaimana jantung mereka berdetak kencang saat mereka saling bertatap. Sang Pangeran berkata "hai..kau putri clareta bukan?", sontak Putri Clareta menjawab dengan gugup "y..ya? saya Clareta". Sang pangeran pun memperkenalkan diri, "saya Pangeran Arion anak dari keluarga kerajaan Lumireth" katanya dengan lembut. Tiba-tiba sang Pangeran Arion mengulurkan tangannya di depan Putri Clareta, putri Clareta pun terkejut atas perlakuan Pangeran Arion terhadapnya, pangeran Arion pun berkata "mau berdansa dengan ku?" katanya dengan lemah lembut. Sang putri pun tersenyum lalu menerima uluran tangan sang Pangeran Arion. Mereka berdansa di lantai penuh cahaya, dengan di hiasi pernak-pernik
emas yang berkilauan disepanjang lantai yang mereka lewati. Pangeran Arion Menatap lembut mata Putri Clareta dengan tangan di pinggang Sang Putri. Alunan musik merdu dari Biola kerajaan menyertai gerakan Mereka, lampu bewarna kuning menyoroti mereka yang sedang berdansa bersama.
1 Minggu berlalu
1 Minggu telah berlalu, tetapi sang Pangeran Arion tak pernah melupakan wajah cantik dan mata yang indah milik Clareta itu, ia selalu memikirkannya setiap saat berharap dapat bertemu kembali. Ia merasa bahwa pertemuannya saat pesta itu seperti baru terjadi kemarin. Setiap hari ia selalu menyebut nama Clareta di dalam otaknya, ntah bagaimana nama itu selalu tersebut di otaknya.