Saya Aprilia Linda, anak kedua yang menjadi harapan terakhir keluarga. Saya anak kedua dari satu bersaudara. Rumah saya di Krian, Tropodo, desa Bale, panjang. Kedua orang tua saya hanya karyawan swasta, tapi saya punya tekad besar untuk menggapai cita-cita sebagai guru. Meskipun jalannya sulit, dengan usaha, doa orang tua, dan niat yang kuat, saya yakin bisa menggapainya. Saya memiliki cara belajar visual, bisa disebut saya lebih paham ketika melihat video daripada membaca. Tentu hobi saya menonton video, saya lebih suka menonton video tentang asal usul dan berpengetahuan dari kartun. Saat ini saya duduk di SMP Negeri 1 Wonoayu, selanjutnya saya memiliki keinginan sekolah di SMA Negeri 1 Krian.
Keseharian saya saat bosan, saya sering mencoba-coba membuat camilan atau memasak dengan bahan seadanya yang ada di dapur dan kulkas. Waktu yang sangat nyaman bagi saya saat rebahan sambil nyemil sekaligus menonton film. Saya risih ketika melihat orang yang sombong dan suka memamerkan sesuatu yang mereka punya, lebih tepatnya ilfeel. Saya merasa sedih ketika dibentak atau dimarahi orang tua karena suatu kesalahan saya. Keinginan saya kedepannya ingin menjadi pribadi yang lebih baik, lebih rajin, lebih tekun, dalam beribadah, belajar, bersikap, dan berbuat.
Dulu sewaktu saya masih kecil yang masih SD saya memiliki banyak sekali cita-cita. Saya pernah berfikir ingin menjadi polwan, dokter, dan pengusaha. Karena orang tua saya juga menyarankan saya lebih cocok menjadi guru maka cita-cita saya akan menjadi guru. Awalnya saya tidak ingin menjadi guru karena saya berfikir kalau saya menjadi guru saya pasti mengatur murid-murid, dan itu sangat menguji kesabaran, tetapi setelah saya mencari tahu ternyata perjalanan menjadi guru tidak terlalu rumit seperti dokter dan lainnya. Saya juga sudah mulai memikirkan nanti saya masuk ke universitas apa, dan saya ingin masuk Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Pernahkah kalian mengalami hal yang sama, seperti yang saya alami ketika hendak tidur malam, saya selalu dipikirkan muncul banyak pertanyaan, seperti "nanti aku bisa masuk ke universitas itu ga ya", "beneran nanti aku bisa jadi guru ga ya?". Cepat banget habis ini lulus SMP, terus SMA, lalu kuliah.
Karena saya juga mengikuti ekstrakurikuler tahfidz saya memiliki inspirasi ingin menjadi guru agama, dan orang tua saya mengatakan bahwa saya cocok menjadi guru agama. Mungkin mereka bilang menjadi guru hal yang paling mudah padahal dibalik itu semua ada banyak sekali perjuangan yang harus ditempuh. Tidak hanya itu saja, saya mulai mempersiapkan dari yang paling kecil, seperti rajin belajar, giat saat pembelajaran berlangsung, bangun pagi agar tidak terlambat ke sekolah, tidur tidak terlalu malam, dan tentunya rajin dalam beribadah. Saya selalu berusaha dalam hal apapun, saya akan mengusahakan yang terbaik dan semampu saya.
Saya juga terinspirasi ketika melihat media sosial tiktok, saya melihat banyak sekali konten pengusaha sukses, dari konten tersebut saya terinspirasi ingin menjadi pengusaha. Saya juga pernah meminta pendapat tentang cita-cita saya yang ingin menjadi pengusaha ini ke orang tua saya, dan kata mereka itu juga sangat bagus, tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Ketika SD saya sering membantu teman saya menjual manik-manik, dari situ juga awal mula saya belajar cara berjualan. Kegiatan bazar sekolah yang biasanya diadakan hari jum'at juga sangat bermanfaat bagi saya, saya bisa belajar bagaimana cara menjual, dan mempromosikan produk, lama-lama itu menjadi hobi bagi saya. Ketika saya dewasa nanti, saya akan menjadi pengusaha sekaligus guru. Orang tua saya memiliki harapan besar kepada saya, maka saya akan terus berusaha mencapainya.
"SAYA INGIN BERBAGI ILMU SEPERTI GURU, DAN MEMBUKA JALAN KEHIDUPAN SEPERTI PENGUSAHA."
"semua jatuh bangunmu hal yang biasa, angan dan pertanyaan waktu yang menjawabmu, berikan tanggap waktu bersedihlah secukupnya, rayakan perasaanmu sebagai manusia"
- mata air, hindia