Penulis: KELAS 8K

KETAATAN DAN KENAKALAN


 

Suatu hari disebuah desa tinggal la satu keluarga yang memiliki dua anak dari sepasang suami istri yang bernama ibu alta dan bapak Rohman, pak Rohman adalah ustadz yang cukup terkenal.Anak pertama mereka bernama Nauval, ia dikenal sangatt nakal dan tidak pernah menurut kepada orang tua nya.Sedangkan adek Nauval bernama ali, ia sangatt berbeda dengan kakak nya.Ali dikenal sangat penurut dan suka beribadah, suatu ketika di sore hari Nauval dan Ali pergi bermain bersama dengan teman- teman nya, mereka bermain sepak bola hingga menunjukan waktu magrib.

    Saat adzan magrib berkumandang, Ali segera menghentikan permainannya dan berkata kepada kakak nya, “kak, ayo kita pulang Waktunya sholat magrib.”

Namun Nauval hanya tertawa dan berkata, “Ah, aku masih ingin bermain li”.Ali pun mencoba membujuk kakaknya dengan lembut, “kak Nauval, nanti kalau terlambat sholat bisa dosa. Ibu dan Bapak pasti khawatir.”

Saat adzan magrib berkumandang, Ali segera menghentikan permainannya dan berkata kepada kakak nya, “kak, ayo kita pulang Waktunya sholat magrib.”

Namun Nauval hanya tertawa dan berkata, “Ah, aku masih ingin bermain li”.Ali pun mencoba membujuk kakaknya dengan lembut, “kak Nauval, nanti kalau terlambat sholat bisa dosa. Ibu dan Bapak pasti khawatir.”

Ali yang sudah gelisah akhirnya memutuskan untuk pulang sendiri. Ia berlari kecil menuju rumah sambil sesekali menoleh ke arah Nauval yang masih asyik bermain bola. Saat tiba di rumah, ibu Alta langsung bertanya,

“Ali, di mana kakakmu?”

Ali menjawab pelan, “Masih main bola, bu. Padahal sudah adzan.”

Ibu Alta menghela nafas, lalu berkata, “Kalau begitu, nanti biar abah yang menegurnya.”

    Bu Alta pun menyuruh Ali untuk segera mengambil air wudhu dan sholat.Tak lama kemudian pak Rohman pun pulang, ia yang sedang melihat Ali sholat sendiri pun bertanya “ Ali dimana kakak mu?”. Ali yang takut menjawab dengan lirih “ kak Nauval masih dilapangan bah, ia masih asik bermain bola”.

    Pak Rohman yang mengetahui itu menghela nafas panjang sambil meletakkan tasnya di kursi. Wajahnya terlihat sedikit kecewa, namun tetap tenang.“Baiklah, nanti abah yang ke lapangan,” ujarnya pelan sambil menepuk bahu Ali yang baru saja selesai salam dari sholatnya.

   Tak lama kemudian, Pak Rohman melangkah keluar rumah menuju lapangan. Dari kejauhan, terlihat Nauval masih berlari mengejar bola bersama teman-temannya, tertawa riang seolah tidak menghiraukan suara adzan yang sudah lama berkumandang.

“Nauval!” panggil Pak Rohman dengan suara tegas namun tidak membentak. Semua anak yang bermain langsung menoleh, termasuk Nauval yang tiba-tiba berhenti karena ketakutan.

    Setelah itu pak rohman pun menyuruh Nauval untuk segera pulang “ayo pulang Nauval, sudah jam berapa ini .kamuu juga belum melaksanakan sholat magrib” Nauval pun membanta abah nya “nanti kan masih bisa, aku masih ingin bermain” .Mendengar jawaban itu dari Nauval pak rohman sangat marah, melihat itu Nauval akhirnya lari pergi kerumah

   Sesampai nya dirumah, Nauval langsung bergegas untuk mandi.Ibu nya pun mengingat kan untuk sekalian ambil wudhu dan sholat magrib, namun Nauval hanya menjawab “hmm”. Mendengar itu bu alta perlahan pergi ke ruang tamu.Tak lama kemudian Nouval masuk kamar nya dengan seolah- olah telah mengambil wudhu, melihat itu bu alta pun tersenyum karena melihat Nauval yang mau melaksanakan sholat

Nauval masuk ke kamarnya, menutup pintu perlahan. Ia menggelar sajadah, lalu duduk bersila sambil menatap pintu, memastikan tidak ada yang mengintip.Bukannya mulai takbir, Nauval malah mengambil ponsel kecil yang ia sembunyikan di bawah bantal. Ia bermain game sambil sesekali menoleh ke arah pintu, pura-pura membaca doa jika terdengar langkah kaki.

    Nauval bermain hingga larut malam, jam sudah menunjukan pukul 11 malam, tapi mata nya masih ingin menatap layar ponsel nya.Waktu berjalan cepat suara adzan sudah berkumandang, ia terkejut ponsel nya langsung ia matikan dan sembunyikan. Nauval sangat ngantuk , ibu nya mengetuk pintu sambil memanggil nama nya “Nauval... Nauval ayo sholat , dan segera persiapan berangkat sekolah”

    Nauval menguap lebar sambil berguling-guling di tempat tidur.kepala nya masih berat karena begadang semalaman, Nouval pun melanjutkan tidur nya sambil menjawab ibu nya dengan lirih “haduh, aku masih mengantuk bu”.Namun bukanya segera bangun dan mengambil air wudhu, ia malah melanjut kan tidur nya.Ibu nya yang kesal pun akhirnya membawa kan 1 gelas air, dan di percikkan ke-wajah nya.

    Air yang dingin itu langsung membuat Nauval tersentak “bu kok disiram sih?” sambil mengusap wajah nya yang basah.Ibu nya hanya tersenyum tipis “kalo ibu gak nyiram kamu,kamu pasti gak bakal bangun, sudah jam 7 ini Nauval”.Dengan malas Nauval akhir nya pergi berjalan ke kamar mandi, karna kecerobohan nya ia terpeleset di dalam kamar mandi.”Aduh,kenapa sangat licin” Gumamnya. Akhir nya ia segera bergegas untuk mandi,ia tidak menaruh barang dengan baik,kamar mandi menjadi berantakan dan sangat kotor.

    Setelah mandi Nauval segera memakai seragam sekolah dengan tergesa-gesa.Rambutnya masih sedikit basah,dasinya pun miring kesamping.Nauval tidak mau sarapan,ia hanya meminum segelas air sambil memakai sepatu nya. “bu aku berangkat”, Katanya sambil berlari menuju sekolah.

     Hanya meggeleng melihat tingkah Nauval “Hati-hati,kalo sudah pulang langsung pulang,jangan pergi main”Ucap ibunya.Sesampainya disekolah wajah Nauval sangat pucat,ia masih mengantuk dan beberapa kali menguap.Teman-teman nya yang memperhatikan itu langsung memeberitahu guru yang sedang mengajar dikelas “Bu itu Nauval baru datang” Bu fatimah yang mengetehui itu langsung menyuruh Nauval masuk ke-kelas.

    Bu fatimah menyuruh nya duduk,ia bertanya “ Kenapa kamu telat di jam pelajaran saya,kamu sudah tidak ikut pelajaran saya selama 3×. Saya akan melaporkan wali kelas mu” ucap bu Fatimah.Mengetahui itu Nauval hanya tersenyum tipis .Setelah pelajaran selesai,Bu Fatimah melaporkan kepada bu Denis.”Bu Denis, saya harus melapor tentang Nuval,ia sudah tidak mengikuti pelajaran saya selama 3×.Hari ini ia juga terlambat”.

Bu Denis mengangguk pelan,”terimakasih bu karena bu Fatimah telah memberitahu saya”. Mengetahui itu bu Fatimah akhirnya kembali ke ruang kerjanya.Bu Denis akhirnya memanggil orang tua Nauval,karena ia ingin tau kenapa Nauval sering tidak mengikuti pelajarannya bu Fatimah.

    Keesokan harinya ibu Nauval mendapatkan telefon dari bu Denis, bu alta yang mendengar itu sangat kaget atas perbuatan anak nya.Ibu Nauval akhirnya bergegas menuju ke sekolah,sesampainya di sekolah Nauval yang melihat ibu nya berjalan menuju ruang guru sangat takut.Nauval akhirnya kabur meninggal kan sekolah,teman-teman nya yang melihat itu sontak memarahinya.Tetapi Nauval hanya diam saja,Nauval pergi ke lapangan yang biasanya ia kunjungi saat bermain.

    Dilapangan yang sepi itu Nauval duduk dibawah pohon mangga sambil bermain rumput.Tiba-tiba ada satu buah yang jatuh dari pohon mangga itu,Nauval yang melihat itu ia langsung memanjat ke-atas pohon.Nauval mengambil sangat banyak buah mangga,pak RT yang melihat itu sontak marah.Nauval yang kaget akhirnya loncat dari pohon itu dan berlali pulang,sesampainya dirumah bu alta yang mengetahui Nauval baru pulang marah”val kemana saja kamu,sudah jam berapa ini,segera berangkat mengaji” Nauval yang mendengar itu hanya terdiam.

    Nauval pergi berjalan ke-dalam kamar nya,saat di kamar Nauval mengeluarkan mangga dari tas nya.Ia segera mengambil pisau untuk mengupas kulit mangganya,Ibu Nauval yang sedang memebersihkan rumah tiba-tiba di datangi oleh pak RT “Assalamualaikum bu,ini saya mau membicarakan tentang Nauval” bu Alta pun menyuruh pak Rt masuk ke-dalam “baik pak ada apa dengan Nauval,apakah ia membuat masalah” pak RT pun menjawab “Jadi gini, tadi saya melihat Nauval sedang bolos sekolah dilapangan.Nauval sedang mencuri mangga,jadi sebelum pemilik pohon mangga marah sebaiknya Nuval meminta maaf”. Bu Alta yang mendengar itu meminta maaf kepada pak RT,pak RT berpamitan kepada bu Alta untuk pulang.

    Bu Alta berjalan pergi ke kamar Nauval,ia mengetuk pintu sambil mamanggil Nauval “Nauval,Nauval ibu ingin bicara”.Nauval yang mendengar itu akhirnya keluar,”haduh ada apasih bu,aku sedang sibuk”bu Alta pun menasehati Nauval “val lain kali kalo mau menggambil mangga itu izin dulu ya,jangan seperti ini” Nauval yang mendengar itu hanya diam dan tidak peduli,pelahan ia berjalan ke kamarnya.Bu Alta hanya menghela nafas,ia menyuruh Ali untuk mengajak kakak nya pergi mengaji “Ali,apakah kamu sudah bersiap untuk pergi mengaji?” Ali menjawab “ini sudah mau berangkat bu,tinggal menunggu kak Nauval saja”

    Coba kamu panggil kak Nauval mungkin dia belum siap, Ali yang penurut langsung pergi ke kamar kakak nya “iya baik bu”.Saat dikamar Nauval Ali mengetuk pintunya, ia mendengar suara kakak nya yang sedang kesusahan mengupas mangga “waduhh,bagaima ini susah sekali”.Ali yang mendengar itu memberani kan diri untuk bertanya,”kak Nauval,kak Nauval sedang apa?apakah sudah siap untuk berangkat mengaji?”.Nauval yang mendengar itu sontak marah “kamu jangan mengganggu aku,sudah kamu berangkat dulu sana”. Ali pun langsung pergi untuk perpamitan kepada ibunya “iya kak,kalo gitu segera berangkat ya”, ibunya pun bertanya dimana Nauval,Ali menjawab dengan sopan dan suara lirih “kak Nauval masih sibuk bu,katanya nanti akan menyusul”.

    Kakak mu ini dari dulu tidak berubah-rubah ya jawab ibunya,Ali yang mendengar itu takut jika kakaknya dimarahin lagi.Ia segera berpamitan untuk berangkat mengaji,sesampainya di tempat mengaji teman-teman Nauval bertanya kepada Ali “dimana kakak mu,kulihat akhir-akhir ini ia sering tidak mengaji”.Ali menjawab dengan tenang “kak Nauval sering pulang sore,mungkin ia juga tidak bisa membagi waktu” jawab Ali.

    Mendengar itu akhirnya teman-teman Nauval pergi,dan ali melanjutkan kegiatan mengaji nya.Sesampainya dirumah Ali yang melihat kakak nya sedang bermain game diruang tamu langsung duduk disebelahnya.Tidak lama kemudian abah mereka pulang dari masjid “Assalamualaikum, eh Ali dan Nauval,bagaimana tadi mengaji nya?”Ali yang mendengar pertanyaan itu langsung menjawab “waalaikumsalam bah,alhamdulillah tadi sangat seru mengaji nya” jawab Ali.

    Nauval yang mendengar pertanyaan dari abahnya hanya diam dan tidak mendengarkannya,abah yang melihat Nauval tidak menjawab akhirnya bertanya “kamu tidak ikut mengaji lagi val?” Nauval yang mendengar itu hanya menjawab “tidak,lagi sibuk soal nya” Abah yang merasa kesal akhirnya pergi berjalan pergi ke kamarnya.Bu Alta yang mengetahui suaminya sudah pulang langsung mengeluh tentang Nauval,”bah sudah pulang?,aku sudah tidak kuat lagi dengan sifat Nauval,ia sudah sering membuat masalah”. Pak Rohman yang mendengar itu langsung bertanya “masalah apalagi yang dibuat Nauval?banyak sekali masalah Nauval ini” jawab pak Rohman.Bu Alta akhirnya bercerita ,”jadi begini bah ,tadi siang saya dipanggil ke sekolah,karena Nauval sering tidak mengikuti pelajaran.saat sore pak RT melapor kalau Nauval mencuri mangga,dan ia tidak mau berangkat mengaji”.

    Pak Rohman yang mendengar itu langsung menengur Nauval dengan tegas,pak Rohman berjalan menuju ruang tamu.Sesampainya diruang tamu,pak Rohman sangatt marahh”Nauval!!!”Nauval yang mendengar itu sontak terkejut.Pak Rohman melanjutkan bicaranya dengan nada yang sedang marah “kamu tau sudah berapa banyak masalah yang kamu buat,apa kamu tidak kasian dengan ibumu dan abah” Nauval yang mendengar itu hanya diam,suasana sangat hening.

    Pak Rohman memberikan peringatan kepada Nauval”abah kasih satu kali kesempatan lagi,kalo kamu menyia-nyiakan kesempatan ini abah akan memasukan kamu kedalam pesantren.Abah ini ustadz yang sangat dipandang orang-orang,jadi jangan kecewakan abah.”

    Nauval yang mendengar itu hanya mengangguk dan berjalan ke dalam kamarnya.Saat dikamar Nauval hanya melamun sampai ketiduran hingga menunjukan waktu pukul 5 pagi,ibunya pasti akan membangunkan Nauval untuk sholat subuh “val ayo bangun sudah subuh,segera mengambil air wudhu dan sholat” Nauval hanya mengangguk.Bu Alta pun akhirnya keluar kamar untuk melaksanakan sholat subuh,setelah melaksanakan sholat bu Alta kembali membangunkan Nauval lagi “val ayo segera bangun dan berangkat sekolah.” Nauval nya diam,tak lama kemudian ia akhirnya bangun.

    Bu Alta pun menyuruh Nauval untuk segera mandi,Nauval langsung mengambil handuk nya dan berjalan ke kamar mandi.Nauval saat itu sangat tidak seperti biasanya,bu Alta yang melihat itu pun langsung tersenyum.Setelah mandi Nauval langsung memakai seragam nya dan sarapan,Ali yang melihat kakak nya sudah siap sontak bertanya “tumben sekali kak bangun lebih awal” Nauval yang mendengar itu hanya menjawab dengan senyum tipis.

    Saat setelah sarapan Ali langsung mengajak kakaknya untuk berangkat,mereka berdua akhirnya berpamitan kepada bu Alta dan pak Rohman.Saat dijalan Ali terlihat sangat ceria,sedangkan Nauval hanya diam saja.Ali yang melihat itu berusaha menghibur kakaknya,tetapi tetap sama saja.Saat sampai disekolah teman-teman Nauval seperti kebingun saat melihat Nauval datang,akhirnya mereka bertanya “val tumben sekali kamu sudah berangkat,biasanya kamu juga berangkat telat” Nauval yang mendengar itu sontak manjawab “gini-gini aku juga bisa berangkat pagi ya” Tetapi saat teman-teman nya mendengar ucapan Nauval langsung tertawa sambil sesekali mengejek Nauval.

    Nauval yang melihat itu sangat kesal,tetapi guru olahraga mereka sudah datang dan menyuruh untuk pergi kelapangan basket.Nauval yang mendengar jika guru-guru ada rapat sangat senang “akhirnya kita bisa bermain sepak bola”.Nauval mengajak semua teman laki-lakinya untuk bermain bola,mereka mencari bola yang biasanya mereka gunakan untuk bermain sepak bola tiba-tiba hilang.Nauval mengusulkan untuk menggunakan bola volly,tetapi teman-temanya takut jika kena kaca, tetapi Nauval tetap meyakinkan mereka “tidak bakal kenak kaca kok,tenang saja”.

    Akhirnya mereka semua setuju untuk menggunakan bola volly,mereka bermain sangat asik hingga tidak ingat waktu,saat giliran Nauval yang menendang bola.Ia tidak sengaja menendang terlalu keras hingga mengenai kaca ruang BK.Nauval yang melihat itu sangat panik,teman-teman nya juga mengkhawatir kan nasib Nauval.Guru BK pun mengambil bolanya dan bertanya dengan marah “siapa tadi yang bermain bola sampai mengenai kaca”.

   Nauval langsung manjawab dengan lirih “s-saya bu”.Guru BK pun menyuruh Nauval untukc masuk ke ruang BK,Nauval kenapa kamu menendang bola sangat keras,dan kenapa juga kamu menggunakan bola volly.” Nauval berusaha membela dirinya “jadi gini bu, bola yang biasanya kamu buat olahraga tiba-tiba hilang” Guru BK menyuruh Nauval untuk mengganti kaca yang telah dipecah kan nya.Dan ibu akan mamanggil ibu mu,saat istirahat guru BK menelfon ibu Nauval “permisi bu,bisa datang kesekolah,ada hal yang harus saya bicarakan” ibu Nauval yang mendengar itu sangat kaget.Bu Alta langsung pergi ke sekolah,sesampainya disekolah bu Alta pergi ke ruang BK.

    Saat di ruang BK, guru BK langsung menjelaskan kenapa ia dipanggil ke sekolah. “Jadi gini bu,saat jam olahraga tadi Nauval bermain sepak bola menggunakan bola volly,dan mengenai kaca jendela”.Bu Alta yang mendengar itu sangat kaget dan meminta maaf kepada guru BK “maaf bu atas kecerobohan anak saya,saya akan mengganti kaca yang dipecahkan Nauval”. Guru BK yang mendengar itu sangat senang atas pertanggung jawaban ibu Nauval,Bu Alta segera berpaminta pulang kepada guru BK karena ia harus melanjutkan bersih-bersih rumah.

     Nauval yang melihat bahwa ibunya sudah pulang langsung kembali ke dalam kelas.Ia asik bermain dengan teman-teman nya saat kelas tidak ada guru.Hingga waktu menujukan jam 1 siang,siswa dan siswi berjalan menuju gerbang untuk pulang.Nauval langsung mengajak teman-teman dekat rumah nya bermain di lapangan biasanya.Ia langsung menaruh tas dibawah pohon mangga,dan asik main bola.tanpa sadar anak dari desa lain menjahilinya dengan membawa tas mereka,Nauval dan teman-teman nya yang melihat itu sangat marah.Mereka langsung berlari untuk mengambil tas mereka.

    Mereka yang terbawa emosi langsung memukuli anak dari desa sebelah,tetangga Nauval yang melihat itu segera melapor kepada pak RT.Pak RT yang mendengar laporan itu langsung berlari kelapangan untuk melerai mereka,setelah mereka dilerai,pak RT melapor kepada ibu Nauval atas kekacauan saat di lapangan.”Pemisi bu Alta boleh kan saya masuk” tanya pak RT kepada bu Alta yang sedang menyapu teras rumah.Bu Alta yang mendengar itu langsung mepersilahkan masuk,ia terkejut saat melihat Nauval bersama pak RT dengan wajah yang banyak luka nya.

    Bu Alta pun bertanya ke pada pak RT apa yang terjadi dengan Nauval,sebelum itu pak RT menjelaskan jika Nauval berkelahi dengan anak desa sebelah.Bu Alta yang mendengar itu langsung meminta maaf atas perbuatan anak nya,pak RT yang mendengar itu langsung menasehati Nauval agar tidak membuat masalah lagi.Pak RT lalu segera pamit untuk pulang.Bu Alta yang khawatir dan kasihan itu langsung mengobati luka nya.

    Tiba-tiba pak Rohman pulang dari tempat kerjanya,ia yang melihat Nauval penuh luka langsung bertanya “kamu kenapa val” Nauval hanya terdiam karena ia tidak berani menjawab. Setelah bu Alta mengobati luka Nauval ia lalu mengajak Pak Rohman untuk berbicara dikamar,bu Alta lalu menangis atas semua perbuatan Nauval.

    Pak Rohman yang melihat itu berusaha menenangkan bu Alta.”bah saya sudah tidak kuat lagi dengan perilaku Nauval” Pak Rohman yang mendengar itu langsung bertanya kepada bu Alta,”masalah apa yang sudah di perbuat Nauval lagi”.Bu Alta menjawab dengan nada yang sudah lelah “pagi tadi Nauval memecahkan jendela ruang BK,siang hari ini ia telah berkelahi dengan anak desa sebelah” Jawab Bu Alta dengan menangis.Pak Rohman yang mendengar itu sangat marah.

    Ia langsung berjalan ke ruang tamu,”val kamu sudah menyia-nyiakam kesempatan yang sudah abah berikan” Nauval yang mendengar itu hanya menunduk.Bu Alta yang mendengar itu langsung pergi berjalan ke ruang tamu juga, pak Rohman yang sangat kesal lalu menelfon teman nya,bahwa ia akan mendaftarkan anak nya dipondok pesantren nya.

    Nauval yang mendengar itu hanya diam dan pasrah, pak Rohman lalu menyuruh Nauval untuk bersiap-siap “abah akan mamasukan kamu ke dalam pondok pesantren teman abah,ini konsekuensi yang harus kamu tanggung” Nauval hanya menggangguk.Mereka berpamitan untuk mendaftarkan Nauval terlebih dahulu ke dalam pondok pesantren milik teman pak Rohman.Ali yang mendengar itu dari kamarnya langsung menanggis.

    Ali yang sudah terbiasa dengan kakaknya harus berpisah untuk menuntut ilmu.Setelah mendaftarkan Nauval pak Rohman dan Bu Alta pergi ke pasar untuk belanja barang-barang kebutuhan Nauval.Mereka juga membelikan baju kokoh untuk keseharian Nauval di pondok pesantren.Saat sudah dirumah bu Alta membantu Nauval merapihkan baju-bajunya,sedangkan Ali dan pak Rohman membantu mengangkut barang-barang yang akan dibawa.

   Saat semuanya sudah siap mereka langsung berangkat menuju pondok pensantren,saat diperjalanan Nauval hanya diam sedangkan Ali melamun sambil memandangi jalan.Tak lama kemudian mereka tiba di pondok pesantren nya,pak Rohman dan bu Alta langsung menemui teman pak Rohman yaitu kyai pondok pesantren Al-aziz.Mereka diantar untuk menuju kamar Nauval,saat tiba di kamarnya ,Nauval disambut teman-teman sekamar nya.Suasana kamar nya sangat sejuk Nauval mulai merasa suka dengan pondok pesantren nya.

Sebelum mereka pulang,Ali ,pak Rohman,bu Alta menghabiskan waktu terlebih dahulu dengan Nauval hingga tak sadar waktu menunjukan pukul 3 sore.Mereka langsung berpamitan pulang ,mata mereka tidak bisa berbohong,Air matanya pun keluar.Akhirnya mereka pulang,saat mereka pulang Nauval berkenalan dengan salah satu teman nya yaitu zaky.

    zaky yang satu kamar dengan Nauval mengajaknya untuk berkeliling lingkungan pondok pesantren,karena kebaikan hati zaky Nauval jadi sering bermain bersama zaky.Mereka berkeliling pondok pesantren lumayan lama,hingga adzan magrib dikumandangkan.Zaky lalu mengajak Nauval untuk sholat, "val sudah adzan ,ayo berangkat ke masji".Nuval yang mendengar itu mengangguk,tidak biasanya Nauval seperti ini.

    Tetapi semenjak Nauval dan Zaky berteman dekat ia menjadi lebih rajin.Setalah melaksanakan sholat zaky menjelaskan ke Nauval kegiatan selanjutnya "biasanya kita setelah sholat itu mengaji val",Nauval yang sering tidak mengaji jadi gugup.Nauval mengajak zaky ke kamar terlebih dahulu untuk mengambil kitab dan minum.

    Mereka berdua semakin dekat,Zaky yang sudah selesai mengaji menunggu Nauval yang masih mengaji.Saat Nauval selesai mengaji ia kira zaky meninggalkan nya,tetapi ia menunggu didepan masjid.Nauval yang melihat itu sangat senang,akhirna Nauval mengajak Zaky untuk makan bersama.Zaky juga mengenalkan Nauval kepada teman satu kamar nya,Nauval sangat merasa senang karena ia sangat diterima dengan baik.

    Nauval yang sudah kenal dengan teman- teman nya sangat senang,setelah makan Nauval ,Zaky,Ramdan lalu kembali ke kamarnya.Saat dijalan mereka berbincang-bincang sebentar.Zaky tiba-tiba baru ingat jika besok ada hafalan hadis,Nauval yang mengetahui itu langsung mengajak belajar bersama.

    Zaky dan Ramdan menyelesaikan menghafalnya terlebih dahulu,mereka juga sudah mengantuk tetapi Nauval masih belum menghafal.Nauval yang kasihan kepada teman-teman nya lalu menyuruh mereka untuk tidur terlebih dahulu,sekitar jam 10 malam Nauval baru menyelesaikan hafalan nya.Ia langsung naik ke atas tempat tidurnya dan tidur.Saat jam 3 pagi Zaky dan Ramdan bangun terlebih dahulu,mereka melihat Nauval masih tertidur pulas.

    Zaky dan Ramdan berusaha membangunkan nya "Val bangun yok,bentar lagi sholat tahajud"Ucap mereka,Nauval yang mendengar itu 2× langsung terbangun dan melihat jam.Nauval yang baru bangun langsung mengusap matanya dan tersenyum kecil melihat kedua temannya sudah bersiap-siap. “Iya, iya, bentar ya,” katanya sambil turun dari tempat tidur dengan mata masih mengantuk

    Mereka segera berangkat ke masjid,saat di masjid Nauval melihat seperti ada Ali badan nya langsung terdiam.Zaky dan Ramdan yang melihat itu langsung menepuk pundak Nauval, "Val kamu kenapa?,ayo segera wudhu" Nauval yang kaget sontak menjawab "eh maaf teman-teman,iyaa,iya ayo kita pergi wudhu'.

    Setelah berwudhu, mereka pun masuk ke dalam masjid. Suasana masjid saat itu sangat tenang, hanya terdengar lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dari beberapa santri yang sudah lebih dulu datang. Nauval masih sesekali menoleh ke arah tempat yang tadi membuatnya terdiam. Ia yakin sekali tadi melihat sosok Ali.Namun setelah ia perhatikan lagi, ternyata bukan. Hanya seorang santri senior yang mirip dengan Ali.

    Pak usdzah pun datang akhirnya jamaah sholat tahajud dilaksanakan.setelah sholat tahajud mereka berdzikir,Nauval yang masih mengantuk langsung izin ke tempat wudhu untuk mencuci muka.Setelah mencuci muka, rasa mengantuk Nauval mulai berkurang. Ia kembali kedalam masjid dan duduk di samping Zaky dan Ramdan yang sedang berdzikir dengan khusyuk.Hatinya terasa tenang,suasana nya sejuk dan suara merdu dari lantunan dzikir para santri.

    Setelah dzikir selesai mereka menyetorkan hafalan hadis yang sudah mereka hafalkan,para santri mengantri.sembari menunggu giliran Nauval,Zaky dan Ramdan bertanya Apa yang Nauval lihat tadi.Nauval hanya menjawab "aku tiba-tiba merindukan adik ku,aku tadi melihat senior seperti muka adik ku" Jawab nya dengan melamum.Tiba-tiba nama Nauval dipanggil ustadzh Haikal,Nauval yang terkejut pun langsung maju kedepan.

    Tanpa sadar Nauval telah menyelesaikan hafalan nya,Zaky dan Ramdan langsung menepuk pundak nya dengan bangga.Mereka bertiga telah menghafal hadis dengan baik,tak lama adzan subuh dikumandangkan.Mereka bertiga lalu mencari tempat paling depan,Nauval sekarang akhirnya menjadi anak yang teladan.Saat sholat subuh selesai Nauval mengajak teman-teman nya mandi lalu sarapan mereka lalu mengangguk dan tersenyum.

    Zaky dan Ramdan tersenyum bangga karena baru hari kedua Nauval sudah paham dengan semua kegiatan di pondok pesantren.Mereka mengantri kamar mandi seperti biasanya,setelah mandi mereka lalu memakai seragam sekolah dan pergi ke ruang makan untuk sarapa.Mereka juga sempat berbincang saat mengantri mengambil makan.Nauval yang pertama kali makan pagi bersama sangat senang.

    Setelah sarapan, semua santri bersiap menuju kelas. Suasana pondok terasa ramai namun tetap tertib, suara langkah kaki para santri dan salam-salam yang saling bersahutan membuat pagi itu terasa hangat. Nauval berjalan di antara kerumunan bersama Zaky dan Ramdan. Ia mulai terbiasa dengan rutinitas pondok, bahkan sudah hafal arah menuju kelasnya tanpa harus bertanya lagi.Di dalam kelas, ustadz Fathur sudah menunggu dengan senyum ramah. “Assalamualaikum, anak-anak.”

    Mereka menjawab salam dengan semangat "waalaikumsalam ustadzh"Setelah menjawab salam ustadzh Fathur,ustadzh Fathur mulai menjelaskan ilmu fiqkih.Ustadz Fathur menjelaskan dengan suara lembut namun tegas, setiap santri memperhatikan dengan seksama. Hari itu mereka belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman. “Anak-anak,” ucap ustadz Fathur sambil menatap satu per satu wajah santrinya, “Islam mengajarkan kita bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.

    Maka jangan hanya bersih pakaian dan badan, tapi juga bersihkan hati dari sifat malas dan iri.”Nauval yang mendengarnya mengangguk pelan. Dalam hatinya ia berkata, “Iya, aku nggak boleh males lagi. Aku harus bisa jadi anak yang rajin biar Ibu dan Ali bangga.”

Zaky menoleh ke arahnya dan tersenyum kecil, seolah memahami apa yang Nauval pikirkan.

    Setelah itu ustadzh Fathur mendapat panggilan untuk rapat,ia akhirnya memberikan tugas untum menjelaskan apa pentingnya menjaga kebersihan dalam islam yang akan di presentasikan minggu depan.Nauval yang sedang semangat belajar langsung ia kerjakan,namun waktunya tidak cukup.Lalu ia mengajak Zaky dan Ramdan untuk mengerjakan tugas bersama nanti malam.

    Malam pun tiba, suasana pondok mulai tenang. Hanya terdengar suara beberapa santri yang masih terdengar membaca hafalan di kamar masing-masing. Nauval, Zaky, dan Ramdan duduk bersama di lantai kamar mereka, buku paket dan buku tulis terbuka di depan mereka.

    “Val, kita mulai dari mana ya?” tanya Ramdan sambil membuka buku catatannya.

“Kayaknya dari pengertian kebersihan dulu aja, biar nanti urut pas presentasi,” jawab Nauval yang sangat semangat sambil menulis di kertasnya.

    Zaky juga memberikan ide, “Terus kita kasih contoh kebersihan di pondok juga, kayak mandi sebelum subuh, bersihin kamar, sama nggak buang sampah sembarangan.”

Mereka bertiga mulai menulis dan berdiskusi, Suasana belajar terasa menyenangkan.Hingga waktu menunjukan jam 9 malam,mereka segera membereskan buku-buku nya dan bersiap tidur.

    Keesokan harinya,Nauval terbangun terlebih dahulu,ia bagun pukul 2 pagi.Nauval yang tak tau harus apa lalu mengambil kitab nya,ia menghafal sedikit ayat untuk disetorkan nanti pagi.Zaky yang mendengar suara Nauval yang sedang menghafal itu lalu terbangun,ia tersenyum tipis melihat perilaku Nauval.Nauval yang sadar Zaky sudah bangun lalu mengajak nya untuk menghafal bersama,tanpa ragu Zaky langsung turun dari tempat tidurnya dan mengambil kitab nya.

    Mereka berdua pun mulai menghafal bersama dalam suasana hening. Hanya terdengar suara lembut Nauval dan Zaky yang saling melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan pelan namun penuh semangat. Lampu kamar yang redup membuat suasana terasa begitu tenang dan khusyuk.

    Tak lama kemudian, Ramdan ikut terbangun. Ia melihat jam dengan matanya yang masih mengantuk.Ramdan melihat kedua temannya sudah duduk rapi sambil mengaji. Dengan senyum mengantuk, ia berkata,

“Wah, kalian rajin banget. Aku kira kalian masih tidur pulas.”

Zaky menoleh sambil tersenyum, “Hehe, aku tidak tau mau melakukan apa.Mari menghafal bersama mumpung masih sepi, hafalannya jadi lebih masuk.”

Akhirnya Ramdan ikut duduk bersama mereka.

    Mereka bertiga menghabiskan waktu menjelang subuh dengan menghafal .Sekitar pukul tiga lewat, suara pelan dari pengeras suara masjid mulai terdengar. Petugas membangunkan para santri untuk sholat tahajud. Zaky menutup kitabnya,

“Udah dulu yuk, Val, Dan. Kita lanjut nanti habis tahajud.”

Mereka pun bersiap menuju masjid dan mengambil wudhu.

    Setelah sholat tahajud mereka melanjutkan menghafal al-quran.di selah-selah hafalan itu Zaky mulai bertanya kepada teman-teman nya "Val,Dan, kita kan udah kelas 3 SMP setelah lulus kalian mau masuk SMA atau Aliyah" Tanya Zaky kepada teman-teman nya.Nauval menjawab "kalo aku terserah orang tua ku,kalo kamu gimana Dan?" Ramdan hanya tersenyum sambil memikirkan mau melanjutkan sekolah dimana.

    Tak lama adzan subuh dikumandangkan,semua santri mencari tempat yang paling depan agar bisa dekat dengan pak kyai.Setelah sholat subuh seperti biasa mereka mengantri kamar mandi dan makan,setelah makan mereka lalu berangkat sekolah.Saat disekolah mereka berbincang-bincang dengan teman-teman lain nya sebelum bel masuk.

    Saat bel masuk berbunyi disitulah ustadzh Haikal datang ke dalam kelas,ia menjelaskan tentang hadis-hadis rasulullah sambil melihat muka siswa nya satu persatu.Ustadzh Haikal menunjuk Nauval untuk menjelaskan apa arti hadis keutamaan memberi,lalu Nauval menjelaskan dengan seksama artinya,hingga membuat hati ustadzh Haikal tersentuh.

 Ustadz Haikal tersenyum bangga mendengar penjelasan Nauval yang begitu tenang dan penuh makna.

“MasyaAllah, penjelasanmu bagus sekali, Nauval.Terus pertahankan semangat belajar mu,ya"Ucapnya sambil menepuk pundak Nuaval dengan lembut.Seluruh kelas pun menatap Nauval dengan bangga dan kaamu,tak sangka santri baru ini menjadi murid yang paling rajin dan berani menjelelaskan didepan kelas.

    Tak lama kemudian ustadzh Fathur mengetuk pintu kelas "Assalamualaikum anak-anak" mereka semua menjawab dengan penuh semangat "waalaikumsalam ustadzh" Ustadzh Fathur lalu menjelaskan ujian kelulusan mereka,Nauval yang mengetahui itu berniat belajar bersama dengan Zaky dan Ramdan.

    Setelah pulang sekolah mereka bertiga lalu pergi ketaman belakang pondok untuk belajar bersama.Di taman belakang pondok yang sejuk dan rindang, mereka bertiga duduk di bawah pohon mangga yang besar. Suara kicau burung dan semilir angin membuat suasana belajar terasa tenang. Buku-buku pelajaran terbuka di depan mereka, sementara Nauval dengan semangat mulai menjelaskan beberapa materi yang ia pahami terlebih dahulu.

    “Jadi, kalau bagian ini tuh maksudnya tentang akhlak dalam kehidupan sehari-hari,” kata Nauval sambil menunjuk salah satu paragraf di bukunya.Zaky mengangguk pelan. “Oh, jadi bukan cuma hafalan, tapi kita juga harus ngerti maknanya, ya?". “Iya,” jawab Nauval sambil tersenyum. "Ustadzh haikal selalu bilang,ilmu tanpa pemahaman itu kayak pohon tanpa buah".

    Teman-teman nya yang mendengar itu sangat senang,tak terasa ujian kelulusan telah tiba.Mereka mengerjakan dengan penuh semangatt,setelah ujian selesai Nauval berharap nilai nya yang paling baik.tak lama kemudian pemunguman kelulusan telah tiba,Nauval berjalan menuju aula untuk melihat hasil ujian nya.

    Di aula, para santri sudah berkumpul dengan wajah tegang dan penuh harap. Suasana terasa hening, hanya terdengar suara ustadzh Fathur yang berbicara dengan ustadzh Haikal sambil membawa beberapa lembar kertas hasil ujian.

   “Anak-anakku, alhamdulillah, semua sudah berusaha dengan baik,” ucap ustadz Fathur sambil tersenyum. “Hari ini kita akan umumkan hasil ujian kelulusan kalian.”Denyut jantung Nauval terasa semakin cepat. Ia menggenggam erat tangannya sambil berdoa dalam hati. Zaky menepuk bahunya pelan, “Semangat, Val. Apa pun hasilnya, kita sudah berjuang.”

    Satu per satu nama dipanggil. Ketika nama “Nauval” disebut, seluruh teman-teman menoleh. Ustadz Fathur memandangnya dengan senyum bangga.“Alhamdulillah, untuk ujian kali ini, nilai tertinggi diraih oleh Nauval,” ucapnya dengan lantang.

    Tepuk tangan dan takbir bergema di aula. Zaky dan Ramdan langsung berdiri dan memeluk Nauval. “Keren banget, Val! Kamu pantas dapet itu!”Nauval tersenyum haru, matanya sedikit berkaca-kaca. “Ini semua karena bantuan kalian juga".Akhirnya Nauval dinobatkan menjadi santri berprestasi,ia beberapa kali mewakili pondok pesantren untuk lomba.Dan mendapat hasil yang cukup memuaskan.

     Saat SMA Nauval mewakili lomba bidang bahasa arab tinggat nasional,dan Alhamdulillah nya ia mendapat juara 1.Semua pihak pondok pesantren dan keluarga nya merasa bangga atas prestasi yang diraih Nauval.Nauval yang mengetehui itu sering mengikuti lomba tingkat nasional untuk menjadi santri yang berprestasi,ia ingin mendapatkan biaya siswa.Waktu tak terasa Nauval sudah kelas 3 SMA saja,ia masih sering mengikuti lomba-lomba.

    Zaky dan Ramdan merasa bangga dengan prestasi Nauval,tetapi ia juga sedih jika harus berpisah.Tak terasa hari kelulusan telah tiba,Nauval yang mendapat biaya siswa dinobatkan menjadi perwakilan santri yang akan berangkat melanjutkan pendidikan di Al-azhar kairo.Orang tuanya yang mengetahui itu menangis terharu dan langsung memeluk Nauval.

    Hari keberangkatan pun tiba. Seluruh santri, ustadz, dan keluarga berkumpul di halaman pondok untuk melepas keberangkatan Nauval. Udara pagi terasa hangat, tapi suasana hati semua orang terasa haru.Ustadz Haikal maju ke depan, lalu memeluk Nauval erat. “Anakku, perjalananmu baru dimulai. Ingat, di mana pun kamu berada, jangan pernah lupakan Allah, orang tua, dan ilmu yang sudah kamu dapat di sini.”

    Nauval menunduk penuh hormat, menahan air mata. “InsyaAllah, Ustadz. Saya akan menjaga amanah ini. Doakan saya bisa membawa nama baik pondok dan Indonesia di sana.”Zaky dan Ramdan berdiri di sampingnya, mencoba tersenyum meski mata mereka berkaca-kaca. “Jangan lupa kirim kabar, Val. Nanti kalau pulang, kita harus belajar bareng lagi,” ucap Zaky sambil menepuk bahunya.

    “Iya, aku janji,” jawab Nauval dengan suara lirih.Ketika bus yang akan membawanya menuju bandara mulai menyala, semua orang melambaikan tangan. Nauval menatap ke luar jendela, melihat wajah-wajah yang selama ini menemaninya berjuang, Air matanya mengalir pelan.

    Waktu terus berjalan ,tak sadar Nauval telah belajar selama 6 bulan di Al-azhar.Ia yang merindukan teman-teman nya lalu memberikan kabar jika ia disana sedang baik-baik saja dan bahagia.Teman-teman nya dan semua santri yang mendengar itu sangatt senang.Hari demi hari di Kairo membawa banyak pengalaman baru bagi Nauval. Ia belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sangat berbeda dari Indonesia. Cuaca yang panas, bahasa Arab Mesir yang cepat, dan tugas kuliah yang menumpuk membuatnya sempat merasa lelah.

    Namun setiap kali rasa rindu dan lemah datang, Nauval selalu teringat pesan Ustadz Haikal.Kata-kata itu membuatnya kembali bersemangat. Ia mulai aktif mengikuti kajian internasional dan membantu mahasiswa baru dari Indonesia. Banyak teman yang kagum dengan kerendahan hatinya.

    Suatu hari, dosennya di Al-Azhar memintanya menjadi perwakilan mahasiswa asing dalam lomba debat bahasa Arab antaruniversitas. Dengan persiapan matang dan doa, Nauval tampil penuh percaya diri dan berhasil meraih juara dua tingkat internasional.Kabar itu cepat menyebar sampai ke Indonesia. Pondok pesantren tempatnya dulu belajar mengadakan acara khusus untuk menyampaikan rasa bangga. Ustadz Haikal bahkan meneteskan air mata saat membaca kabar itu di grup ustadzh ustadzah.

    Karena kecerdasan nya itu Nauval sering menjadi perwakilan lomba debat bahasa Arab dan menjadi kepercayaan kyai disana.Nauval yang dekat dengan kyai sering diajak berkeliling kota Arab.Ia juga dijodoh dengan ning Syifa,Nauval yang mendengar itu sangat kaget.

    Nauval terdiam lama setelah mendengar kabar itu. Hatinya berdebar.

“Dijodohkan… dengan Ning Syifa?” gumamnya dengan pelan. Ia mengenal Ning Syifa sebagai putri seorang ulama besar di Mesir,ia memikiki sifat santun, lembut, dan juga mahasiswi berprestasi di Al-Azhar. Tapi bagi Nauval harus menjawab perjodohan ini.Malam itu ia shalat istikharah. Dalam doanya, ia memohon petunjuk“Ya Allah, jika ini baik untuk agamaku, hidupku, dan akhiratku, maka dekatkanlah. Tapi jika tidak, maka jauhkanlah dengan cara terbaik-Mu.”

   Keesokan harinya, ia memberanikan diri berbicara dengan sang kyai.

“Maafkan saya kyai ucapnya dengan sopan. “Saya masih merasa belum pantas mendampingi seseorang seperti Ning Syifa.”Sang kyai tersenyum lembut,ia berkata kepada Nauval,"Wahai Nauval, kepantasan bukan karena harta atau keturunan, tapi karena akhlak dan ilmu. Aku melihat ketulusan dan kesungguhanmu. Itu yang membuatku yakin.”

    Perkataan itu menancap dalam hati Nauval yang membuat ia semangat lagi. Ia tidak langsung menjawab, tapi terus berdoa dan bermusyawarah dengan Ustadz Haikal lewat pesan.Beberapa hari kemudian, Nauval akhirnya menerima dengan ikhlas. Ia yakin bahwa setiap takdir Allah pasti membawa kebaikan.Tak lama keluarga Nauval dan ustadzh Haikal,Zaky dan Ramdan akhirnya pergi ke mesir untuk membicarakan hari bahagia Nauval.Akhirnya mereka memutuskan pernikahan pada tanggal 22 oktober 2025.

 Beberapa tahun kemudian, Nauval dan istrinya kembali ke Indonesia. Dengan bantuan pondok dan para dermawan, mereka mendirikan Pesantren Al-Hidayah Al-Azhar, tempat yang mengajarkan ilmu agama dan bahasa Arab dengan pendekatan akhlak.Di acara peresmian pesantren itu, Ustadz Haikal hadir langsung.

Ia menatap bangunan sederhana itu dengan mata berkaca-kaca, lalu berkata, “Aku tahu dari awal, santri kecil itu akan menjadi cahaya bagi banyak orang.”

Nauval tersenyum haru, menyalami gurunya dengan penuh hormat.Cerita pun ditutup dengan suasana syukur dan ketenangan.

Nauval telah melewati perjalanan panjang dari santri baru yang pemalu, menjadi sosok yang berilmu, rendah hati, dan bermanfaat bagi umat.

_TAMAT_