Lukisan senja
*LUKISAN SENJA*
Senja hari ini berbeda. Langit seperti melukis rasa yang sulit diucap. Jingga merambat perlahan, seolah waktu memperlambat langkahnya hanya untuk memberiku kesempatan mengingatmu.
Dulu, kita selalu duduk di bukit itu. Menatap matahari turun, berbagi cerita dan tawa. Katamu, "Senja itu seperti kita—indah, tapi tak pernah abadi."
Kini aku sendiri, duduk di tempat yang sama. Tapi tak ada tanganmu yang menggenggam, tak ada suara tawamu memecah hening. Hanya siluet pegunungan dan burung-burung yang terbang pulang.
Setiap goresan warna langit membawa kenangan tentangmu. Tentang rindu yang tak pernah selesai. Tentang perpisahan yang tak pernah sempat diucapkan.
Senja hari ini kembali melukis wajahmu dalam pikiranku. Walau hanya sebentar, aku bersyukur. Karena dalam senja, aku masih bisa memelukmu dalam kenangan.